Lantunan Shalawat Iringi Pembongkaran Masjid Jami Baitul Mustaghfirin

shalawat
Masjid Jami Baitul Mustaghfirin | Foto : youtube poniman tv

JoSS, SEMARANG – Masjid Jami Baitul Mustaghfirin satu-satunya bangunan yang masih berdiri di tengah perlintasan jalan tol Batang-Semarang ini akhirnya dibongkar. Lantunan shalawat iringi proses pembongkaran sebuah masjid bersejarah tersebut, di tengah jalan tol Batang-Semarang, Jumat (28/9).

Masjid Jami Baitul Mustaghfirin, nama masjid berwarna hijau itu adalah tempat ibadah yang tepat terletak di tengah jalan tol itu berada di Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Ratusan warga Kelurahan Beringin Kecamatan Ngaliyan Semarang ikut menyaksikan dan membantu petugas membongkar bagian penting masjid, seperti kubah, mimbar dan beduk sambil terus bershalawat.

Ruswanto, pengurus masjid Jami Baitul Mustagfirin mengatakan tiga entitas tersebut dibongkar lebih dulu sebelum merubuhkan bangunan masjid dua lantai itu.

“Proses awal pembongkaran harus tiga dulu, mustaka (kubah), mimbar dan beduk. Setelah itu baru perabotan lain dan baru bangunan masjid,” ujarnya, seperti dikutip dari Kompas, Jumat (28/9).

Baca juga : Terdampak Pembangunan Jalan Tol Batang – Semarang Ribuan Makam Direlokasi

Ia menuturkan butuh waktu sekitar 2 hari untuk merubuhkan bangunan masjid itu. Sebelum masjid dibongkar, barang-barang yang masih dapat dipakai diamankan terlebih dahulu.

Ruswanto melanjutkan, pembongkaran dilakukan setelah bangunan masjid pengganti sudah dapat digunakan. Bangunan masjid pengganti dua kali lebih besar dari bangunan yang lama. Masjid baru juga malam nanti akan mulai difungsikan untuk shalat magrib. Sementara di masjid lama, kegiatan ibadah terakhir, yaitu shalat Jumat.

“Kubah, mimbar dan beduk dari masjid lama akan dipakai dan dipasang kembali di masjid yang baru,” ujar Ruswanto. Tumpengan Sebelum membongkar masjid, puluhan warga setempat berdoa bersama agar proses pembongkaran berjalan lancar.

Setelah berdoa, warga terlihat berkerumun untuk menyantap hidangan bersama-sama. Puluhan tumpeng nasi hidangan disantap bersama-sama, baik oleh warga maupun petugas jalan tol.

Sementara itu, Manajer pengendalian lahan PT Jasa Marga Semarang-Batang, Hadi Susanto, menerangkan, bangunan masjid Jami Baitul Mustagfirin dibongkar untuk kepentingan jalan tol. Sebelum melakukan pembongkaran, Jasa Marga memastikan masjid pengganti siap digunakan.

Setelah bangunan pengganti siap, pihak pengelola bersama-sama warga setempat sepakat membongkar masjid yang lama. ” Pembongkaran masjid Baitul Mustagfirin yang lama ini berkat dukungan dan koordinasi dengan warga. Bangunan masjid yang baru juga untuk pertama kali digunakan untuk shalat maghrib,” ujar Hadi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*