Heydi Powerslaves Ajak Kita Menemukan Cinta Kembali

Powerslaves
Vokalis Powerslaves Heydi Ibrahim | Foto : instagram omheydi (OM Heydi Ibrahim)

“I know it’s hard to be somebody

Sometimes when I’m walking down the rain

To find our love again..”

Sepenggal lirik lagu Find Our Love Again milik grup band legendaris Powerslaves ini beberapa bulan terakhir menjadi kata kunci yang cukup familiar dikalangan warga net dengan #FOLA.

Yah, berangkat dari keprihatinan sang Vokalis Powerslaves Heydi Ibrahim terkait kondisi generasi muda saat ini yang begitu mudah terprovokasi, begitu fasih mencaci, mencela dan mencari kesalahan orang lain yang dianggap tidak sependapat.

Find Our Love Again (FOLA) lantas menjadi tema dalam setiap aksinya di panggung music. Kalimat ini pula sebagai kampanye kedamaian dan cara untuk menyerukan kepada kita semua, tentang bagaimana  menemukan cinta kembali.

Sekilas memang lagu ini menggambarkan sebuah ajakan yang ditujukan untuk pasangan yang telah kehilangan cinta mereka. Meski demikian, arti cinta dalam lagu ini bisa bermakna luas dan universal, cinta kepada pasangan yang telah memudar, cinta kepada orang tua, cinta kepada sesama dan cinta kepada bangsa dan negara.

Baca juga : Bantul Segera Miliki Kota Baru Sekelas Pattaya Thailand

Pria yang terlahir dengan nama Prahoro Prijo Utomo Martadi ini mengisahkan awalnya lagu Find Our Love Again ditulis tahun 1993. Belakangan lagu ini kembali booming ketika empat lagu milik Powerslaves  menjadi  sountrack sinetron ‘Anak Langit’, FOLA ini rupanya menjadi lagu favorit di request saat manggung.

Lagu-lagu itu pula yang akhirnya kembali membangkitkan nama grup metal yang telah 27 tahun malang melintang di industri music Indonesia ini.

“Tema lagu FOLA ini tentang bagaimana kita harus menemukan cinta kembali. Awalnya memang soal cinta kepada pasangan yang telah memudar, namun jika dimaknai lebih dalam cinta itu tak hanya milik pasangan, tetapi juga cinta anak kepada orang tua demikian sebaliknya,  juga cinta kepada sesama,  bangsa dan negara,” katanya kepada JoSS.co.id baru-baru ini.

Heidy mengatakan, banyak hikmah yang diperoleh saat empat lagu Powersslaves diangkat menjadi sountrack sinetron yang menyasar anak-anak muda ini.

“Ternyata orng hidup itu dari bagaimana kita memberi, bukan kita mengambil apa yang menjadi hak kita apalagi  mengambil apa yg bukan menjadi hak kita. Ketika kita memberi, Tuhan akan menyediakan. Seperti 4 lagu milik Powerslaves ini. Saat rating sinetron naik, permintaan manggungpun mulai berdatangan, bahkan kami kembali taouring ke beberapa kota,” tuturnya.

FOLA ini juga menjadi tema konser-konser Powerslaves di beberapa daerah. Bukan tanpa tujuan, tetapi Heydi mendambakan generasi muda yang saat ini tengah bergejolak di dunia maya bisa kembali bersatu, menyebarkan kedamaian dan menemukan kembali cinta kepada sesama.

“Sambil manggung, kami serukan damai, kampanye untuk kembali menemukan cinta kita,” tuturnya.

Heydi juga merindukan, musisi kawakan lainnya yang pernah berjaya di era 90 an bisa kembali bangkit dan menemukan cintanya kembali. “Bayangkan jika Boomerang kembali bersatu dan menemukan cinta, kita bisa sama-sama membangkitkan band-band music rock yang pernah berjaya dengan jutaan fansnya kembali manggung dengan formasi awal,” ujarnya.

Baca juga : Belanja Modal Pemkot Yogyakarta Rp373,5 Miliar Akan Digunakan Untuk Ini

Dia optimis, kehadiran band music cadas masih mendapat tempat dihati masyarakat, bahkan dirindukan oleh fans fanatic mereka, seperti Boomerang dengan Boomers-nya, Slank dengan Slangkers dan Powerslaves dengan Slaversnya.

“Satu hal yang terpenting, anak muda bisa disatukan dengan music, dan menjadi satu kekuatan yang luar biasa  untuk mewujudkan situasi bangsa yang kondusif, damai dan penuh cinta. Apalagi bangsa kita mau menjelang pemilihan presiden pada 2019 mendatang,” tuturnya.

Dengan bersatunya kembali personel band music cadas yang pernah berjaya bersama di era 90 an, Heydi meyakini kebangkitan musik ‘Rock N Roll’ di Tanah Air bukan lagi menjadi impian bisa segera terwujud.

Powerslaves yang kini digawangi Heydi Ibrahim (vokal), Anwar Fatahilah (bass), Acho Jibrani (gitar) dan Wiwiek Soedarno (keyboard), siap menjadi lokomotif kebangkitan music rock di Indonesia.

“Jalur musik Rock N Roll tak akan mati dimakan zaman. Oleh karenanya untuk mengangkat dan terus menjadi bagian dari masyarakat, tak lepas dari peran  musisi lewat karya-karya yang dapat mengusik relung hati para pendengar sekaligus penggemarnya,” tutupnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*