Bantul Segera Miliki Kota Baru Sekelas Pattaya Thailand

pattaya
Pattaya Thailand | Foto : google

JoSS, BANTUL – Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta segera merealisasikan pembangunan kota baru yang digadang-gadang bakal seperti Pattaya di Thailand. Kajian rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL) pengembangan pesisir pantai Bantul tersebut telah selesai.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Bantul Isa Budi Hartomo mengatakan rencananya pembangunan kota baru tersebut dilakukan di kawasan pesisir pantai Bantul mulai dari Pantai Baros hingga Samas. Rencananya hasil kajian ini akan dipaparkan di hadapan Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Dia menambahkan hasil kajian RTBL menyebutkan ada lahan sekitar 70 hektare yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan kota baru di kawasan pesisir. Di dalam kajian itu, ada berbagai fasilitas mulai dari resort, perhotelan, restoran hingga lokasi wisata buatan.

“Pembangunan kota baru ini nantinya akan seperti Pattaya yang ada di Thailand. Konsepnya juga harus bertaraf internasional karena memang segmen yang dibidik adalah wisatawan mancanegara,” kata Isa, baru-baru ini.

Dia menambahkan meski kajian RTBL sudah selesai, tetapi tidak serta merta pembangunan bisa dilakukan. Ini lantaran, masih ada kajian lain yang dilaksanakan dengan menyusun detail engineering design (DED).

“Harus ada DED karena nanti akan ketahuan berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun kota baru tersebut,” kata dia.

Baca juga : Pemprov DIY Anggarkan Subsidi Pengelolaan Trans Jogja Rp112 Miliar

Untuk investor, Isa mengakui sudah banyak investor yang penjajakan proyek ini. Meski demikian, dari jumlah tersebut baru dua yang benar-benar serius untuk membangun di kawasan kota baru yang nanti diklaim mirip Pattaya di Thailand. “Dua yang sudah berminat satu bergerak di perhotelan dan satunya di bidang wisata buatan,” katanya.

Dikatakan Isa, rencananya hasil kajian RTBL akan dipaparkan ke Gubernur DIY Sri Sultan HB X. “Harapannya semua berjalan lancar dan pada 2019 sudah ada perkembangan yang signifikan,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pemerintahan, Desa Tirtohargo, Kretek, Sigit Dwi Ananta mengakui belum mendapatkan sosialisasi terkait dengan rencana pembangunan untuk menangkap peluang adanya bandara baru di Kulonprogo yang direncanakan beroperasi pada 2019 mendatang.

“Belum ada sosialisasi. Kami juga belum tahu titik pembangunan di mana saja,” kata Sigit, seperti dikutip dari HarianJogja.

Sigit mengatakan di Desa Tirtohargo ada enam dusun, yakni Dusun Karang, Baros, Muneng, Kalangan, Gunung Kunci, dan Gegunung. Dari enam dusun tersebut, yang terdampak pembangunan jalur jalan lintas selatan (JJLS) adalah Dusun Baros, Muneng, dan Karang. Sementara terkait pembangunan kota baru yang direncanakan seperti Pattaya di Thailand yang berlokasi di Baros, Sigit belum mengetahui detailnya.

“Informasinya memang ada, tetapi pastinya kami belum mendapatkan informasi yang resmi,” ujar Sigit. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*