Razia Rutan Surakarta Petugas Temukan 40 Warga Binaan Terindikasi Konsumsi Narkoba

rutan surakarta
Barang bukti berupa puluhan senjata tajam rakitan, kartu untuk judi yang ditemukan dalam razia di Rutan Surakarta diperiksa petugas | Foto : istimewa/joss.co.id/Tono

JoSS, SOLO – Bandan Narkotika Kota (BNK) Solo menemukan 40 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Surakarta terindikasi mengkonsumsi narkoba. Hal itu terungkap saat  Tim gabungan  BNK, Polda Jateng dan Polresta Solo melakukan razia.

Selain itu dalam razia di blok D petugas juga menemukan 30 senjata tajam rakitan terbuat dari sendok garpu dan sikat gigi yang ditajamkan. Petugas juga menemukan  alat judi berupa kartu remi dan dadu, serta lima kilogram semen dibungkus plastik warna hitam.

Kepala Bagian Pembinaan Operasional (Kabag Binops) Ditresnarkoba Polda Jateng AKBP Djoko Tjahjono didampingi  Kepala Rutan Kelas 1 A Surakarta, Muhammad Ulin Nuha, usai razia di halaman Rutan kelas 1 A Surakarta, Rabu (8/8 mengatakan jajaran kepolisian bekerja sama dengan satuan samping seperti TNI dan BNK Kota Solo serta Rutan Surakarta melakukan razia mendadak di blok D Rutan Kelas 1 A Surakarta.

“Kami mendapat informasi awal, dicurigai ada 40 orang warga binaan kasus narkoba dari 173 tahanan kasus narkoba yang ada di Rutan Surakarta diduga mengkonsumsi narkoba. Namun setelah dilakukan tes urine oleh  Dokkes (Kedokteran dan Kesehatan)  Polresta Surakarta  , hanya satu yang terindikasi positif narkoba,” ujarnya, Rabu (8/8).

Djoko mengatakan pihaknya masih mendalami hasil dari tes urine tersebut. “Masih diselidiki, apa betul  ada zat amphetamin di dalam darah si terduga merupakan zat adiktif narkoba atau efek samping dari obat-obatan , karena  yang bersangkutan  sering mengkonsumsi obat-obatan untuk meringankan sakit asma yang dideritanya,” ujarnya.

Baca juga : Polda Ungkap Produksi Zamzam Palsu di Batang

Selain di Rutan Surakarta, pihaknya juga melakukan razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Klaten dan memantau peredaran jaringan narkotika di wilayah hukum Polda Jateng.

Terkait pisau rakitan yang ditemukan di dalam rutan, Kepala Rutan Kelas 1A Surakarta Mohammad Ulin Nuha mengaku telah berulangkali melakukan razia, namun masih juga ditemukan senjata tajam bikinan napi itu.

rutan surakarta
Hasil Razia di Rutan Kelas 1 A Surakarta | Foto : istimewa/joss.co.id/Tono

“Mereka itu masuk kategori rawan konflik sehingga berjaga-jaga dengan membuat senjata seperti pisau rakitan itu,” ujarnya.

Pihaknya juga mengutamakan pencegahan dengan mengefektifkan pembinaan rohani serta menjaga kondusifitas Rutan Surakarta agar penghuninya tidak mudah tersulut konflik.

Dia menjelaskan jumlah penghuni warga binaan di Rutan Surakarta hingga saat ini sebanyak 609 orang. Sementara kapasitas tampung Rutan hanya  283 orang.

“Terjadi over kapasitas hingga 200 persen. Sedangkan khusus blok narkoba dihuni  173 orang warga binaan,”ujar Ulin.

Pihaknya juga memastikan tidak ada bandar narkoba yang mengendalikan bisnis haram dari sel tahanan Rutan seperti isu yang tengah beredar di masyarakat. “Kami terus melakukan upaya pencegahan dengan melakukan razia secara berkala untuk memastikan tidak ada praktik peredaran barang haram tersebut,” kata Ulin.

Dia juga tak segan mengancam pegawainya jika terbukti ada yang melanggar perundang-undangan dan ikut serta dalam melakukan tindak kejahatan di dalam Rutan. (ton/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*