Pertamina Kucurkan Rp200 Miliar Untuk Sistem Kendali Otomatis Di Terminal BBM

pertamina
PT Pertamina (Persero) | Foto : google

JoSS, SEMARANG – PT. Pertamina (Persero) meresmikan beroperasinya fasilitas New Gantry System di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Semarang Group, Pengapon, Selasa (7/08).

Pembangunan sistem baru yang menelan biaya sebesar Rp200 miliar ini diklaim dapat menghemat biaya operasional hingga 20%.

Direktur Logistik, Suply Chain dan Infrastruktur PT Pertamina, Gandhi Sri Widodo mengatakan, NGS terus dibangun di berbagai terminal BBM di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya di Terminal BBM Pengapon, Semarang.

“Penghematan untuk operasional bisa 20 persen, belum lagi penghematan waktu, operasional tangki, ini juga mencegah kebocoran BBM,” kata Gandhi, di Semarang, Selasa (7/8).

Dikutip dari situs resmi Pertamina Marketing Operation Regional IV, peresmian ini dilakukan oleh Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur (LSCI) Pertamina, Bapak Gandhi Sri Widodo.

Gandhi Sri Widodo mengatakan bahwa tujuan dari pembangunan New Gantry System (NGS) ini adalah untuk kepuasan pelanggan, mulai dari kecepatan layanan dan fleksibilitas waktu operasi.

Dia menambahkan selain menjadi salah satu bentuk efisiensi perusahaan, TBBM ini juga kini telah memenuhi standar sebagai green terminal dengan fasilitas blending biofuel dan telah meningkatkan standar Health Safety Security and Environment.

“Saat ini, Terminal BBM Semarang Group sudah dimodernisasi dengan sistem kendali otomatisasi
yang terpadu mulai dari kegiatan penerimaan, penimbunan, sampai penyaluran BBM,” ujarnya.

Menurutnya New Gantry System di TBBM Semarang Group ini dibangun selama 2 tahun 2 bulan dan mulai beroperasi tanggal 24 Agustus 2017, sehingga menjadikan terminal bbm ini sebagai World Class Fuel Terminal.

Baca juga : Lebih Besar dari Palapa A1 Satelit Merah Putih Diluncurkan Di Florida

Dia menilai, sistem otomatisasi terpadu di TBBM Semarang Group tersebut memiliki 3 keunggulan, yaitu penggunaan teknologi modern, pengisian mobil tangki secara multi-produk simultan dan pelayanan yang lebih cepat.

Gandhi melanjutkan, sistem NGS di terminal BBM Pengapon merupakan sistem layanan modern yang terotomatisasi secara terpadu. NGS mampu meningkatkan akurasi, kecepatan hingga keamanan. NGS akan dibangun untuk 12 terminal BBM besar di seluruh Indonesia.

“Hal tersebut ditujukan untuk memberikan layanan distribusi BBM yang jauh lebih baik,” tutunya.

Dia menjelaskan Sebelum menggunakan NGS, terminal menggunakan siatem manual. Dengan NGS, pengisian mobil tangki dilakukan dengan cara modern. Perbedaan dari sisi akurasi volume, kecepatan waktu pengisian, kalau yang lama butuh waktu 30 menit, dengan NGS butuh waktu 5 menit.

Selain itu, Gandhi juga menjamin kebocoran BBM di mobil tangki akan menghilang. Hal itu karena antara satu bagian dengan bagian lain terkoneksi dengan sistem otomatis. “NGS ini full distribusi sistem, memonitor volume BBM yang didistribusikan ke SPBU, sehingga data lebih akurat,” tambahnya.

General Manager PT Pertamina MOR IV Jateng-DIY Yanuar Budi Hartanto mengatakan, sistem NGS telah dioperasionalkan di 3 TBBM di wilayah Jateng dan DIY

“Terminal BBM yang baru yang telah beroperasi yaitu Semarang, Boyolali dan Rewulu. Total truk tangki yang beroperasi 470. Itu di wilayah operasi di MOR IV,” ucap Yanuar.

Di wilayah Marketing Operation Regional IV, TBBM Semarang Group merupakan TBBM ke-3 yang menggunakan teknologi New Gantry System, setelah sebelumnya teknologi ini diterapkan di TBBM Boyolali dan TBBM Rewulu.

Sistem NGS sejauh ini juga tengah dibangun di 5 terminal BBM lain, yaitu TBBM Mangkis, Teluk Tabung, Makasar, Tanjung Wangi dan Tegal Baru. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*