Kawasan Wisata Borobudur Bakal Cicipi Aspal Plastik

borobudur
Gerbang masuk kawasan wisata Borobudur | Foto : instagram bambang.restu.ibu

JoSS, SEMINYAK BALI – Borobudur menjadi satu dari enam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang menjadi pilot project penggunaan campuran plastik dalam sistem pengerasan jalan (aspal).

Anita Firmanti Eko Susetyowati, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan penggunaan plastik sebagai bahan campuran aspal menjadi salah satu upaya untuk mengelola sampah yang tak terurai ini.

Dia menambahkan Sepanjang 2018, Kementerian PUPR menargetkan penggunaan campuran plastik pada aspal jalan sepanjang 25 kilometer yang tersebar di enam kawasan strategis pariwisata nasional.

Anita menambahkan, jalan sepanjang 25 kilometer ini akan tersebar di enam kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Enam kawasan ini adalah Labuan Bajo, Toba, Toraja, Mandalika, Borobudur, dan Bromo.

“Tahun ini kami menargetkan 25 kilometer jalan menggunakan aspal plastik,” katanya pada peresmian learning center Coca-Cola Amatil Indonesia di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Seminyak,Bali  Sabtu (28/7), seperti dikutip dari Kontan.

Campuran plastik pada aspal ini hanya 6% dari total bahan aspal. Untuk memperbanyak pasokan bahan baku berupa plastik cacahan, Kementerian PUPR pun mengirim sekitar 1.000 pencacah plastik ke TPST seluruh Indonesia. “Semakin banyak pasokan semakin baik,” kata Anita.

Baca juga : Penerbangan Langsung Bali-Selandia Baru Dongkrak Kunjungan

Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian yang hadir dalam acara yang sama menambahkan, pengadaan mesin pencacah yang selama ini dibikin oleh PT Barata Indonesia ini bisa menjadi peluang IKM. “Mesin pencacah kecil ini bisa dibikin oleh UKM sehingga memberdayakan ekonomi kecil,” kata Gati.

Tak Cuma PUPR, beberapa korporasi pun memiliki program penggunaan plastik untuk campuran aspal. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah berhasil mengolah limbah plastik menjadi tambahan material aspal.

Menurut penelitian Kementerian PUPR, campuran limbah plastik ini dapat menambah daya tahan deformasi aspal.

Perusahaan grup Barito ini telah meresmikan penerapan aspal plastik di lingkungan pabriknya yang berlokasi di Cilegon, Banten. Aspal plastik yang digelar di atas area seluas 6.372 meter persegi (m²) terbuat dari bahan aspal biasa dengan campuran 5%-6%, atau sebesar 3 ton sampah plastik.

Siam Cement Group (SCG) bersama Dow telah menguji coba penggunaan plastik untuk campuran aspal pertama kali di Indonesia. Tepatnya untuk jalan sepanjang hampir dua kilometer (km) dengan memanfaatkan 3,5 ton sampah plastik di Depok.

Seperti diketahui, Pemerintah meresmikan Learning Center dan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reducu, Reuse, Recycle (TPST 3R) Desa Adat Seminyak, Kuta, Denpasar diresmikan Sabtu, (28/7).

Di Learning Center TPST 3R Desa Ada Seminyak ini nantinya akan mengolah sampah-sampah di wilayah seminyak baik organik maupun anorganik.

Keberadaan Learning Center TPST 3R ini adalah hal yang penting bagi pariwisata Desa Adat Seminyak. Ketua TPST-3R Desa Adat Seminyak, I Komang Ruditha Hartawan, menjelaskan kalau adanya TPST 3R tersebut bisa menunjang pariwisata.

“Kebersihan itu hal yang penting karena bisa menunjang pariwisata. Kalau kotor kan gak ada wisatawan yang mau datang,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*