JoSS, JOGJA – Paguyuban Perajin Batik Abstrak Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Jogjakarta, menyiapkan produk batik unik, menyongsong Hari Ulang tahun Kemerdekaan RI ke-73. Yakni batik “ hitam putih “ dengan motif abstrak dan cenderung tanpa pakem.
Batik “hitam putih” ini akan diluncurkan ke pasaran tepat pada tanggal 17 Agustus 2018 mendatang, di Sanggar Batik Sekar Batu, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo.
Dipilihnya batik “hitam putih” untuk hari istimewa tersebut, karena warna hitam putih mewarnai seluruh tatanan kehidupan di Indonesia, saat diproklamirkan sebagai negara yang merdeka 73 tahun lalu.
“Kita berpikir keras ber hari-hari bersama beberapa perajin hanya untuk menemukan idiom paling tepat antara Proklamasi Kemerdekaan RI 1945 dengan batik,” kata Sugito, salah seorang penggagas batik “hitam putih”.
Setelah memlalui riset kecil-kecilan, baik dari dokumen foto fashion para petinggi negara, pejuang, dan foto saat upacara detik-detik proklamasi, dan beberapa literatur pendukung, maka disimpulkan bahwa warna hitam putih merupakan warna dominan untuk seluruh tata warna di era 1945.
Baca juga : Pemerintah Bangun Galeri Batik Cikadu Banten
Maka kemudian disimpulkan warna paling mendekati nuansa proklamasi adalah warna hitam putih. Lalu disepakatilah batik “hitam putih” sebagai persembahan anak bangsa (yang kebetulan berprofesi sebagai perajin batik, red ) kepada Ibu Pertiwi : Indonesia.
“Kita amati betul foto Bung Karno, dengan baju putih ke coklatan, kita amati foto-foto para pejuang saat itu, baju putih sangat dominan. Kecoklatan karena memang kualitas kain putih saat itu barangkali tidak sebaik sekarang, sehingga tampak pada dokumen putih kecoklatan bukan putih cling,” kata Sugito.
Sementara pemilik Sanggar Batik Sekar Batu, Bagus Aryo Wicaksono, ketika ditemui Joss.co.id, mengatakan, batik “Hitam Putih” awalnya memang mencemaskan. Karena batik model pewarnaan hitam dan putih diprediksikan tidak akan disukai publik.
“Kesannya kan kampungan, seperti jarit mbok-mbok tempoe doeloe kan? Tetapi setelah kita coba produksi dengan motif abstrak, ternyata hasilnya bagus juga. Dan bahkan banyak penggemar batik mulai memesan batik “hitam putih” dan akan dipakai saat merayakan Kemerdekaan RI Ke-73 Agustus mendatang,” katanya.
“Akhirnya kita semangatlah. Ternyata menarik juga,” tambah Bagus Aryo
Untuk sementara produk batik “Hitam putih” belum dibandrol, karena tim kreatif paguyuban masih terus menyempurnakan detil motifnya dan pernak pernik ornamennya. “Kita sedang mencari motif isen-isen ( cantingan, red) yang cocok dengan corak batik “Hitam Putih”. Baru setelah seluruh proses produksi fix maka baru akan kita bandrol, berapa harga jual produk ini di pasaran,” kata Bagus Aryo menambahkan.
Untuk memenuhi pasar, nantinya batik “Hitam Putih” akan diproduksi di sejumlah tempat, diantaranya Sentra Batik Sekar Batu, dan Sentra Batik Abstrak Sekar Langit, dan sejumlah perajin lain. Khusus untuk lounching pada Hari Kemerdekaan RI, hanya akan dipajang sebanyak 73 lembar batik “Hitam Putih” berbagai motif di Sanggar Batik Sekar Batu. (gdo/lna)

Leave a Reply