Penting Begini Cara Meminimalkan Dampak Angin Puting Beliung

angin puting beliung
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Pemerintah mengimbau masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadinya angin puting beliung pada musim penghujan.

Untuk mengantisipasi kejadian bencana, pemerintah daerah dan masyarakat perlu menyusun peta rawan puting beliung dan menyosialisasikannya kepada masyarakat.

“Untuk mencegah kerugian dan korban akibat puting beliung, lebih baik ranting pohon besar dipangkas dan menebang yang sudah rapuh,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho Sutopo, Selasa (13/11).

Melalui keterangan tertulis yang diterima JoSS.co.id, Selain wilayah rawan puting beliung, sosialisasi juga harus mencakup tanda-tanda dan cara berlindung dari bahaya puting beliung.

“Peta rawan bencana dan tips menghadapi puting beliung bisa diunduh di portal resmi BNPB,” jelasnya.

Masyarakat juga perlu mengikuti informasi prakiraan cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan puting beliung terjadi.

“Bila di langit tampak awan gelap dan menggantung, lebih baik hindari bepergian bila tidak penting sekali,” tuturnya.

Sutopo mengatakan puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40 kilometer per jam hingga 50 kilometer per jam hingga menyentuh permukaan bumi.

Baca juga: Perilaku Menyimpang Anak Jalanan Harus Ditangani Serius

“Puting beliung hanya terjadi pada waktu singkat, yaitu tiga menit hingga lima menit saja,” ujarnya

Selain angin puting beliung, masyarakat juga diminta waspada terkait bahaya longsor karena curah hujan akan terus meningkat.

Sutopo mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi longsor dan memahami daerah-daerah yang menjadi wilayah rawan longsor.

Peta daerah rawan longsor dapat diunduh melalui portal resmi Badan Geologi, sedangkan beberapa tips menghadapi bencana longsor dapat diunduh melalui portal resmi BNPB.

“Curah hujan akan terus meningkat. Umumnya, puncak musim penghujan berlangsung pada Januari,” jelasnya.

Menurut data BNPB, hingga Oktober 2018 telah terjadi 2.076 kejadian bencana yang menyebabkan 4.165 orang meninggal dan hilang.

Sepanjang Oktober 2018 saja terjadi 171 kejadian bencana dengan korban meninggal dan hilang mencapai 42 jiwa.Bencana paling banyak adalah banjir (52 kejadian), kebakaran hutan dan lahan (49 kejadian), puting beliung (41 kejadian) dan tanah longsor (20 kejadian). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*