
JoSS, KLATEN – Proyek Jalan tol Solo-Jogja-New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo segera dibangun awal 2019, namun hingga kini Pemkab Klaten mengaku belum pernah diajak membicarakan rencana besar tersebut.
Padahal, jalan tol sepanjang 91,93 kilometer tersebut berpotensi melewati wilayah Klaten. Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan selama ini belum pernah dilibatkan dalam diskusi atau membicarakan rencana pembangunan jalan tol tersebut baik dari pihak pemerintah pusat maupun pengelola.
“Saya belum tahu atau belum diajak rembukan. Pelaksanannya kapan, titiknya kalau lewat Klaten di mana, kami memang belum menerima informasi,” kata Mulyani, seperti dikutip dari Solopos, Senin (15/10).
Dia berharap, pembangunan jalan tol tak mematikan daerah strategis yaitu persawahan milik warga yang masih merupakan lahan produktif. “Harapan saya juga jangan mematikan daerah strategis atau lahan produktif,” ungkap dia.
Seperti diketahui, Klaten merupakan lumbung pangan nasional. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) No. 11/2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sawah lestari di Klaten seluas 32.451 hektare (ha).
Senada diungkapkan oleh Sekretaris Bappeda Klaten, Srihadi, juga menjelaskan hingga kini belum mendapat informasi rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja ini. “Belum ada informasi untuk soal itu,” urai dia.
Baca juga: Waspada, Daging Sapi Gelonggongan Dijual di Pasar Tradisional Sleman
Ketua Badan Koordinasi Pelaku Ekonomi Daerah (BKPED) Klaten, Sunarto, menjelaskan rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja sudah lama didengungkan. Hanya, selama ini terkendala masalah pembebasan lahan.
“Kalau tidak salah rencananya jalan tol layang. Saya rasa tidak terlalu masalah dengan pembangunan jalan tol itu,” katanya.
Sunarto menuturkan keberadaan jalan tol memudahkan akses warga dari Solo ke Jogja, apalagi volume lalu lintas kian padat. Dia berharap ada pintu keluar-masuk tol di wilayah Klaten.
Hal itu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bersinar. “Pintu keluar-masuk itu mungkin di daerah menjelang wilayah kota. Di Klaten sekarang banyak tempat wisata. Harapannya dengan jalan tol ini nanti bisa mendukung pertumbuhan wisata yang sudah ada,” urai dia.
Seperti diketahui, pemerintah menargetkan proyek jalan tol baru ruas Solo-Jogja-New Yogyakarta International Airport (Kulonprogo) sepanjang 91,93 kilometer segera dimulai konstruksinya sehingga pada 2021 bisa dioperasikan secara bertahap.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan proyek dengan investasi sebesar Rp22,5 triliun ini diharapkan dapat mempercepat konektifitas di wilayah padat lalu lintas dengan kawasan yang akan membawa masa depan baru yakni Bandara baru Kulonprogo.
Dia menambahkan proyek ini diselenggarakan atas kerja sama konsorsium PT Daya Mulia Yurangga (DMT), GAMA Group, dan PT Adhi Karya (Persero) yang difasilitasi Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah atau PINA Center Bappenas akan mengerjakan proyek ini.
“Jalan tol ini bakal mempercepat koneksi di wilayah padat lalu lintas dengan kawasan yang akan membawa masa depan yakni bandara baru di Kulonprogo,” kata Bambang. (lna)

Leave a Reply