Pengalaman Spritual Jelang Ajal: Mengapa Orang yang Hampir Meninggal Melihat Sosok yang Sudah Wafat?

Pasien hobi melihat orang terkasih yang telah wafat beberapa minggu sebelum meninggal. Dokter dan perawat hospis jelaskan fenomena unik ini.

BANYAK pasien yang mendekati akhir hidupnya mengaku melihat atau berbicara dengan anggota keluarga yang sudah lama meninggal. Fenomena ini bukanlah hal aneh bagi para tenaga medis di fasilitas perawatan paliatif (hospis), yang bahkan sering mengedukasi keluarga pasien untuk siap menghadapi momen tersebut.

Dr. Christopher Kerr, seorang dokter perawatan paliatif di Buffalo, New York, telah meneliti fenomena mimpin dan penglihatan menjelang kematian ini selama bertahun-tahun. Dalam studinya terhadap 59 pasien hospis, sebanyak 88% di antaranya melaporkan pernah mengalami setidaknya satu kali mimpi atau penglihatan, dan hampir semuanya merasa pengalaman tersebut sangat nyata.

Sebagian besar sosok yang “mengunjungi” pasien adalah orang terdekat yang telah wafat. Penelitian Dr. Kerr menunjukkan bahwa kehadiran sosok yang sudah meninggal memberikan rasa tenang yang jauh lebih besar dibandingkan jika pasien memimpikan orang yang masih hidup. Uniknya, kerabat yang memiliki hubungan buruk dengan pasien hampir tidak pernah muncul dalam penglihatan tersebut.

“Sangat sedikit kata-kata yang terucap di antara mereka, tetapi sang pasien memahami segalanya dengan sangat jelas,” ungkap Dr. Kerr.

Perbedaan Penglihatan (Visioning) dan Halusinasi

Julie McFadden, seorang perawat hospis, menegaskan bahwa pengalaman ini sangat berbeda dari halusinasi, delirium, atau gangguan mental akibat perawatan intensif. Menurutnya, saat mengalami penglihatan (visioning), pasien berada dalam kondisi sadar, tenang, serta paham betul dengan lingkungan sekitarnya.

Penglihatan ini juga tidak selalu terjadi tepat sebelum menghembuskan napas terakhir. Kebanyakan pasien mulai mengalaminya sekitar tiga hingga empat minggu sebelum mereka meninggal dunia. Dr. Kerr menambahkan bahwa saat-saat terakhir kematian itu sendiri biasanya terjadi ketika pasien sedang tertidur lelap, bukan dalam keadaan terjaga.

Meski belum ada penjelasan medis yang pasti mengenai apa yang sebenarnya dilihat oleh pasien, saran utama dari perawat McFadden untuk keluarga sangat sederhana: jangan membantah mereka. Jika pasien mengatakan melihat sosok mendiang ibunya di sudut ruangan, hadirkan rasa empati dan biarkan mereka merasa nyaman, karena pengalaman tersebut sangat nyata dan menenangkan bagi mereka.

Baca Juga: Misteri Bahtera Nabi Nuh Memasuki Babak Baru: Peneliti Bor Kedalaman Formasi Durupinar di Turki

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*