4 Olahraga Low-Cortisol yang Bantu Tubuh Tetap Bugar Tanpa Berlebihan
Low-cortisol workout adalah bentuk latihan fisik yang dirancang agar tidak memicu lonjakan hormon kortisol—hormon stres utama dalam tubuh.
“Bagi saya, istilah low-cortisol workout berarti olahraga yang memberikan manfaat kesehatan fisik dan mental tanpa memberikan beban stres yang besar pada tubuh,” jelas Dr. Jay Luthar, MD, seorang dokter spesialis Penyakit Dalam, Kedokteran Integratif, dan Kedokteran Gaya Hidup. “Tujuannya bukan untuk menghilangkan kortisol sepenuhnya, melainkan memilih jenis gerakan yang minim reaksi stres sambil tetap meningkatkan kebugaran.”
Dr. Luthar menegaskan bahwa kortisol pada dasarnya tidak buruk. Hormon ini sangat dibutuhkan tubuh untuk bertahan hidup, membantu kita bangun di pagi hari, dan kadarnya naik-turun secara alami sepanjang hari. Meski begitu, di tengah tingginya tekanan hidup modern, jenis olahraga yang tenang ini sangat dibutuhkan.
Olahraga rendah kortisol sangat disarankan bagi orang dengan penyakit kronis, autoimun, atau yang sedang mengalami stres psikologis. Latihan berintensitas tinggi seperti HIIT atau lari cepat sering kali memicu peradangan (inflamasi) pada tubuh tertentu. Namun, Dr. Luthar menambahkan bahwa olahraga ringan ini juga bagus diselingi dalam jadwal mingguan siapa saja sebagai sarana pemulihan (recovery) di antara sesi olahraga berat.
4 Contoh Olahraga Low-Cortisol yang Bisa Dicoba
Berikut adalah beberapa rekomendasi bentuk latihan rendah kortisol dari Dr. Luthar:
- Jalan KakiBerjalan kaki—terutama di luar ruangan—adalah cara paling sederhana untuk mendapatkan manfaat latihan aerobik. Cukup lakukan jalan cepat selama 20–45 menit dengan tempo yang meningkatkan detak jantung, namun masih memungkinkan Anda untuk berbicara tanpa terengah-engah.
- PilatesBaik dilakukan di atas matras maupun menggunakan mesin reformer, Pilates efektif membangun kekuatan otot dan memberikan latihan beban ringan tanpa memicu lonjakan reaksi stres pada sistem saraf dan hormon.
- Berenang dan Senam Air (Water Aerobics)Berenang memberikan manfaat kesehatan jantung yang mirip dengan bersepeda atau berlari, namun jauh lebih aman bagi sendi karena daya apung air mengurangi beban benturan tubuh.
- YogaYoga menggabungkan gerakan fisik dengan teknik pernapasan, keseimbangan, kelenturan, dan relaksasi. Fokus hubungan pikiran dan tubuh (mind-body) pada yoga sangat efektif untuk mengurangi kecemasan dan stres harian.
Baca Juga: Bahaya Daging Olahan: Konsumsi Harian Tingkatkan Risiko Demensia hingga 44%

Leave a Reply