
SALATIGA, JOSS.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Festival Toleransi. Warga memadati Alun-Alun Pancasila demi mengikuti rangkaian acara yang berlangsung selama dua hari pada 30–31 Oktober 2026.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Salatiga, Sri Sarwanti, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa pihaknya mengawali seluruh rangkaian acara dengan menggelar doa bersama lintas agama. Pihaknya juga menyuguhkan festival kesenian etnis dan budaya sebagai wujud nyata ekspresi kebersamaan warga.
Sebelum puncak perayaan ini, Badan Kesbangpol Salatiga terlebih dahulu mengadakan Seminar Penguatan Toleransi. Melalui seminar tersebut, pemkot memfasilitasi pertukaran gagasan, pengalaman, serta inovasi antar daerah di Jawa Tengah dalam mengelola keberagaman.
Komitmen Menjaga Predikat Kota Paling Toleran
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan bahwa mempertahankan predikat sebagai kota paling toleran di Indonesia menuntut tanggung jawab besar untuk terus menjaga keharmonisan sosial. Pemerintah menilai masyarakat membangun praktik toleransi secara konsisten melalui ruang-ruang perjumpaan dan kolaborasi aktif tanpa sekat pembatas.
“Mulai dari dialog lintas iman, kegiatan kebudayaan, hingga ruang publik yang digunakan bersama oleh warga tanpa sekat suku maupun agama,” ungkap Robby.
Menjadikan Perbedaan Sebagai Kekuatan Bersama
Wali Kota juga mengajak warga agar memandang perbedaan sebagai kekayaan, bukan alasan untuk saling menjauh atau berkonflik.
“Bagi kami toleransi harus terus dirawat melalui dialog, pencegahan dini, dan kebijakan yang inklusif, salah satunya melalui Seminar Penguatan Toleransi hari ini. Saya harap seminar ini dapat menjadi rekomendasi konkret. Rumuskan langkah yang dapat ditindaklanjuti di daerah masing-masing, mulai dari penguatan komunikasi lintas kelompok, edukasi wawasan kebangsaan, hingga mekanisme penanganan potensi konflik sosial,” terangnya.
Peringkat pertama Indeks Kota Toleran yang kembali diraih dari SETARA Institute memotivasi Pemkot Salatiga untuk bekerja lebih optimal. Pemerintah bertekad melindungi hak setiap warga agar senantiasa merasa aman, dihargai, dan setara dalam kehidupan bermasyarakat.

Leave a Reply