
DEMAK, JOSS.CO.ID – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak terus berkomitmen memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan anak di wilayahnya. Langkah nyata ini diwujudkan melalui Pertemuan Program Kesehatan Anak yang digelar pada Jumat (9/10/2026) pukul 08.00–12.00 WIB bertempat di Ballroom Wakil Bupati Lantai 1.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkesda Demak, programmer kesehatan anak puskesmas, penanggung jawab Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) rumah sakit, serta perwakilan klinik dan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB).
Pertemuan ini menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap pencapaian indikator pelayanan kesehatan anak yang belum memenuhi target, terutama pelaksanaan skrining bayi baru lahir yang masih perlu dioptimalkan. Berbagai kendala di lapangan didiskusikan secara mendalam guna menyusun langkah tindak lanjut yang konkret bersama fasilitas pelayanan kesehatan (faskes).
Salah satu fokus utama pembahasan adalah optimalisasi Skrining Bayi Baru Lahir (SBBL), termasuk SHK. Skrining ini memiliki peran vital untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini, sehingga bayi yang memerlukan intervensi medis dapat segera tertangani. Ketepatan prosedur mulai dari pelaksanaan skrining, pengelolaan spesimen, pencatatan, pelaporan, hingga tindak lanjut hasil menjadi kriteria mutlak peningkatan mutu pelayanan.
Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkesda Demak menyampaikan, “Evaluasi program menjadi kesempatan untuk melihat kembali capaian dan kendala di lapangan. Kami mendorong setiap fasilitas pelayanan kesehatan memperkuat pelaksanaan program sesuai standar agar sasaran kesehatan anak dapat tercapai secara optimal”.
Senada dengan hal tersebut, tim pelaksana menambahkan, “Optimalisasi skrining bayi baru lahir memerlukan komitmen bersama, mulai dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan persalinan hingga fasilitas yang melakukan pemeriksaan dan tindak lanjut. Koordinasi dan pemantauan secara berkelanjutan diharapkan dapat memastikan setiap bayi memperoleh kesempatan yang sama untuk terdeteksi dini dan mendapatkan penanganan yang diperlukan”.
Melalui konsolidasi ini, Dinkesda Demak mendorong seluruh faskes terkait untuk mendokumentasikan hasil evaluasi secara terukur, meningkatkan cakupan program, serta memperkuat kualitas layanan kesehatan ibu dan anak. Sinergi lintas fasilitas ini diharapkan mampu mendukung deteksi dini masalah kesehatan serta mempercepat penurunan angka kematian bayi dan balita di Kabupaten Demak.

Leave a Reply