
Langkah preventif ini direalisasikan melalui kegiatan siaga bersama Pembina Jaga Wana Polres Grobogan, Aiptu Wahyu Setiawan, yang berlangsung di Pos Plang Ijo BKPH Pojok, Sabtu (10/10).
Sinergi antar-instansi ini menjadi kunci utama untuk memastikan kondisi kawasan hutan tetap aman, kondusif, dan terpantau secara berkelanjutan. Selain bersiaga di pos pengamanan, petugas gabungan bergerak melakukan pemantauan ketat di area rawan serta mengantisipasi berbagai bentuk ancaman yang dapat merusak kelestarian ekosistem hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok, Bambang Riantono, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan rutin untuk menekan risiko karhutla maupun gangguan keamanan. Menurutnya, pendekatan terbaik dilakukan melalui pengawasan intensif dan komunikasi intensif dengan aparat serta masyarakat sekitar hutan.
“Kegiatan siaga ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga kawasan hutan agar tetap aman dari ancaman kebakaran maupun gangguan keamanan hutan. Kami terus meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan secara berkala, patroli, serta koordinasi dengan jajaran terkait. Dengan sinergi yang baik, potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” ujar Bambang Riantono.
Bambang menambahkan bahwa perlindungan kawasan hutan tak sekadar mencegah kerugian fisik akibat api atau tindak kejahatan, melainkan mempertahankan fungsi penting hutan secara menyeluruh. Keberadaan hutan yang lestari memberikan dampak ekologis, sosial, hingga nilai ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Kelestarian hutan menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat sekitar kawasan hutan, untuk ikut menjaga hutan dan melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran, aktivitas mencurigakan, maupun gangguan lainnya. Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama,” tambahnya.
Dukungan penuh turut disampaikan oleh pihak kepolisian. Pembina Jaga Wana Polres Grobogan, Aiptu Wahyu Setiawan, memastikan kepolisian siap mendukung penuh setiap tindakan pencegahan karhutla dan penjagaan stabilitas kawasan hutan Perhutani.
“Sinergi antara Perhutani dan kepolisian sangat penting untuk menciptakan kondisi hutan yang aman dan kondusif. Melalui kegiatan siaga seperti ini, kita dapat meningkatkan kewaspadaan, memperkuat komunikasi, dan melakukan langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan sejak dini,” ungkap Wahyu Setiawan.
Aiptu Wahyu mengingatkan bahwa bencana kebakaran dapat merusak keanekaragaman hayati secara mendalam, mulai dari vegetasi, flora-fauna, hingga struktur tanah dan ekosistem.
“Menjaga hutan bukan hanya tugas Perhutani atau aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran dan turut menjaga keamanan kawasan hutan. Apabila menemukan kejadian atau aktivitas yang mencurigakan, segera berkoordinasi dengan petugas,” tegasnya.
Melalui kegiatan siaga rutin di Pos Plang Ijo BKPH Pojok ini, Perhutani KPH Purwodadi dan Polres Grobogan optimis dapat meminimalkan potensi timbulnya karhutla dan gukamhut. Komitmen ini menegaskan dedikasi Perhutani dalam mengelola hutan secara bertanggung jawab demi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Leave a Reply