Banjir Hebat di Thailand: 4 Pabrik Toyota Stop Operasi dan Thai Airways Hentikan Layanan Kargo

Banjir parah menerpa Thailand! Empat pabrik Toyota terpaksa berhenti beroperasi dan Thai Airways menghentikan pengiriman kargo akibat krisis bencana ini

BANGKOK, JOSS.CO.ID — Bencana banjir besar yang melanda Thailand memberikan dampak parah terhadap sektor industri dan transportasi nasional. Produsen otomotif raksasa, Toyota Motor, terpaksa menghentikan sementara operasional empat pabriknya, sementara maskapai nasional Thai Airways menyetop layanan pengiriman kargo.

Menurut laporan media internasional Kyodo News dan Reuters, juru bicara Toyota mengungkapkan bahwa banjir menyebabkan pasokan suku cadang terhenti total. Hal ini memicu penghentian produksi di tiga pabrik utama Toyota serta satu pabrik kemitraan Toyota Auto Works. Saat ini, pihak manajemen sedang berkoordinasi erat dengan para pemasok (supplier) agar rantai pasok dapat pulih dan operasional pabrik bisa berproduksi kembali secepatnya.

Di sektor penerbangan, Thai Airways mengumumkan penghentian sementara layanan pengiriman kargo masuk (inbound) dan keluar (outbound) hingga 6 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil akibat banyaknya karyawan yang terjebak banjir dan tidak dapat hadir bekerja.

Meski akses jalan utama menuju dan keluar dari Bangkok masih dibuka, situasi di Bandara Internasional Suvarnabhumi sempat mengalami kekacauan. Hampir separuh staf bandara gagal melaut karena terkendala akses banjir. Dampaknya, ribuan tas dan bagasi penumpang menumpuk, serta sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan.

Pemerintah Thailand resmi menetapkan Bangkok sebagai wilayah tanggap darurat bencana setelah diguyur hujan lebat hingga 320 milimeter (12,6 inci) hanya dalam waktu tiga hari—setara dengan curah hujan normal sepanjang bulan September.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Thailand, banjir telah berdampak pada 44 dari 77 provinsi di seluruh negeri, di mana 32 provinsi di antaranya masih terendam banjir.

Juru Bicara Pemerintah Thailand, Ekapop Peansupap, menyampaikan informasi dari Kementerian Kesehatan bahwa jumlah korban jiwa akibat bencana ini telah mencapai 40 orang. Pemerintah bersama petugas gabungan saat ini memprioritaskan penyedotan air banjir di Bangkok menuju saluran sungai agar kondisi dapat kembali normal dalam kurun waktu 2 hingga 3 hari ke depan.

Baca Juga: Thailand Tegur Israel Soal Turis Bermasalah dan Bisnis Ilegal

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*