SEMARANG, JOSS.CO.ID – Polemik besi bekas terus menghangat antara Masyarakat adat Papua Suku Kamoro mimika dengan Pelindo Tanjung Emas Semarang kali ini sekelompok Suku dari Mimika Papua datang hendak ingin memindahkan barang yang di klaim barang mereka yang terparkir di lahan milik PT Pelindo Tanjung Mas Semarang.
Rombongan Suku dari mimika papua terdiri dari Kepala Suku Kamoro, Kepala Suku Amungme dan Ketua Masyarakat Adat Aika Mimika Papua, Mereka datang di dampingi pengacaranya dan anggota Kepolisian dari Polda Papua.
Azwin ja’far SH pengacara Lemasko mengatakan kami datang kesini ingin secara baik-baik mengambil hak masyarakat timika Papua yaitu besi bekas hibah dari PT freeport untuk masyarakat terdampak timika saat itu yang sampai sekarang masih terparkir di lahan PT pelindo tanjung mas Semarang.
“Lagi lagi kedatangan kami di halangi oleh Pelindo tanjung mas Semarang dan malah kami di benturkan dengan aparat kepolisian dan TNI”.
“Bapak bapak polisi dan TNI anda adalah saudara kami jangan lah mau anda dibenturkan dengan kami masyarakat Papua, mana petinggi Pelindo itu tidak ada satupun yang kesini mereka malah asyik duduk dikantor dengan ruangan dingin ber AC sementara kami jauh jauh dari Papua panas panasan disini, mana mereka”, teriak azwin.
ini ada mereka dari Pelindo tambah azwin, datang kesini tapi bukan petinggi mereka tidak paham tentang barang ini, kenapa petinggi Pelindo tidak kesini menemui kita, datang bawa dokumen kepemilikan”.
“Kalau mereka datang lalu bisa tunjukkan itu dokumen kepemilikan dengan spesifikasi yang sama kami siap angkat kaki pergi pulang ke Papua kok”, ujarnya.
Azwin menambahkan kami datang bukan dengan tangan kosong ada ini dokumen dari pengadilan yang sudah incrach ditambah lagi ada sprint dari bapak kapolda Papua khusus untuk mendampingi dan mengamankan kita punya maksud untuk ambil ini barang, jadi kami datang bukan tanpa dasar, ini ada anggota Polri dari Polda Papua disini datang membawa Sprint dari Kapolda Papua teriak azwin di depan aparat yang sedang berjaga dilokasi lahan terparkir.
Sementara Kepala Suku Kamoro Papua Fredy Soni Atiamona menjelaskan kami sudah di semarang dua bulan lebih dengan biaya yang tidak sedikit hanya ingin mengambil hak masyarakat kami di Mimika Papua kenapa bapak bapak persulit dan bapak terkesan membela Pelindo, kata dia didepan aparat yang berjaga.
“Dada kami ini masih merah putih bukan ingin merdeka, kami kesini hanya ingin mengambil hak kami untuk kesejahteraan masyarakat kami di Papua, kenapa Pelindo tanjung mas ini masih halangi hak kami”, tegas sony.
Kondisi Saat ini tampak lokasi dimana besi tua terparkir itu sudah ditutup oleh blok beton dan police line aparat kepolisian.
Sebagaimana diketahui polemik besi bekas (scrap) mulai bergulir sejak kedatangan kepala suku Kamoro timika Papua ke Semarang yang bertujuan mengambil besi bekas yang tertumpuk di lahan milik Pelindo tanjung mas yang mereka klaim hibah dari freeport untuk masyarakat adat terdampak freeport di papua namun terhalang oleh pihak Pelindo yang juga mengklaim barang itu milik Pelindo tanjung mas Semarang. (HS-4)
Baca Juga: Suku Kamoro Papua Desak Polisi Audit Dokumen Pelindo Tanjung Mas

Leave a Reply