JOGJA, JOSS.CO.ID — Sebanyak 100 teman difabel mengikuti pelatihan membatik secara serentak di Pendopo Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Rabu (16/09). Kegiatan bertajuk Membatik Bersama 100 Difabel: Wujudkan Difabel Mandiri dan Produktif, Menuju DIY Sentra Batik Difabel ini diinisiasi oleh PT Mandiri Utama Finance bekerja sama dengan Difabel Zone dan Pemda DIY.
Pelatihan ini dipandang sebagai langkah nyata dalam memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi berkarya, sekaligus memperluas kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X (Sri Paduka), menegaskan bahwa proses membatik mengajarkan ketekunan, ketelitian, dan keberanian. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan bagi teman-teman difabel.
“Dalam pengertian itulah kegiatan membatik bersama 100 difabel hari ini menjadi ikhtiar untuk membuka ruang, memperluas kesempatan dan meneguhkan bahwa setiap manusia memiliki kemampuan untuk tumbuh serta menghasilkan karya yang bernilai,” tutur Sri Paduka saat memberikan sambutan di Pendopo Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Sri Paduka menyampaikan pentingnya menciptakan ruang partisipasi yang inklusif dan setara di era sekarang. Setiap individu diharapkan mendapat kesempatan yang sama untuk berkarya dan memperoleh penghargaan yang layak atas hasil kerjanya.
“Dari sinilah cita-cita menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu sentra batik difabel Indonesia memperoleh maknanya. Sebuah ekosistem tempat kebudayaan kreativitas, pemberdayaan sosial dan kemandirian ekonomi saling menguatkan,” lengkap Sri Paduka.
Lebih lanjut, Sri Paduka berharap momentum ini dapat melahirkan identitas dan karakter khas bagi batik difabel Yogyakarta, sekaligus mencetak talenta-talenta baru.
“Semoga dari 100 pembatik yang berkarya ini tumbuh lebih banyak ruang bagi talenta-talenta baru. Sebab, Yogyakarta yang istimewa adalah Yogyakarta yang memberikan kesempatan kepada tiap warganya untuk turut mencipta berkarya dan hidup mandiri dalam martabat,” pungkasnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Suyarno, memberikan apresiasi atas sinergi antara PT Mandiri Utama Finance, Difabel Zone, dan Dinsos DIY. Langkah ini selaras dengan komitmen Pemda DIY dalam memastikan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas secara setara.
Peserta yang terlibat mencakup 23 penyandang disabilitas daksa, 7 penyandang cerebral palsy, 40 penyandang polio, 11 penyandang disabilitas rungu wicara, 12 penyandang disabilitas intelektual rungu tunagrahita, 4 penyandang disabilitas mental tuna laras, 1 penyandang low vision, dan 1 penyandang autisme.
Selain pelatihan, seluruh peserta menerima bantuan peralatan membatik serta pendampingan selama satu bulan dari PT Mandiri Utama Finance. Hasil karya batik mereka rencananya akan dipamerkan di Yogyakarta International Airport (YIA) pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2026, 3 Desember mendatang.
“Karena bagi kami, pemberdayaan penyandang disabilitas bukan sekedar memberikan bantuan, tetapi membuka akses dan kesempatan agar mereka dapat berkarya dan berdaya secara berkelanjutan,” tegas Suyarno.
Branch Manager PT Mandiri Utama Finance Yogyakarta, Felicinus Ari, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan komitmen perusahaan dalam memberi manfaat nyata bagi masyarakat Yogyakarta.
Pihaknya menyalurkan bantuan dana untuk membantu pengembangan kreativitas peserta, dengan harapan dapat membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan keluarga para pembatik.
“Karena itu kami berharap bantuan ini tidak hanya berhenti sebagai bantuan semata, tetapi dapat menjadikan modal untuk meningkatkan produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan ekonomi bagi teman-teman,” lanjut Ari.
“Semoga dari kegiatan membatik ini lahir karya-karya yang membanggakan, memiliki nilai ekonomi, serta mampu membuka peluang usaha, dan meningkatkan perekonomian keluarga,” tutupnya.
Baca Juga: Uji Coba Kelok 23 DIY Dimulai, Akses Umum Masih Dibatasi Maksimal Roda 4

Leave a Reply