Temuan 6 Juta Data Ganda Siswa Penerima MBG Mulai Dibersihkan

Ilustrasi, Temuan 6 juta data ganda siswa dalam program MBG dibersihkan lewat sinkronisasi lintas kementerian agar penyaluran tepat sasaran.
Ilustrasi

JOSS.CO.ID – Upaya pemerintah memastikan ketepatan sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan, termasuk melalui pembenahan data penerima. Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan jutaan data ganda yang berpotensi mengganggu akurasi distribusi manfaat program tersebut.

Kepala BGN Sudaryono menyebut jumlah data ganda yang ditemukan cukup signifikan. Ia mengungkapkan pihaknya kini tengah melakukan penyisiran dan pemutakhiran agar tidak ada penerima yang tercatat lebih dari satu kali.

“Jumlahnya ada sekitar ya ada 6 juta (data siswa yang ganda) berapa gitu, kita sisir,” kata Sudaryono di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Fenomena data ganda ini terjadi karena satu individu bisa tercatat dalam beberapa sistem milik kementerian yang berbeda. Kondisi tersebut membuat satu orang berpotensi dihitung lebih dari sekali dalam daftar penerima program.

Sudaryono mencontohkan, seorang siswa bisa terdaftar sebagai pelajar di sekolah formal sekaligus tercatat sebagai santri di pondok pesantren. Hal ini menyebabkan data yang sama muncul di dua basis data berbeda.

“Misalnya ada anak didata di MTs, tapi dia juga adalah santri pondok pesantren. Atau dia SMP di dalam pondok, dihitung di data Kemendikdasmen sebagai siswa kemudian dia juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren. Nah, itu ada yang ganda, kita rapikan itu semua,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menggelar koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna menyinkronkan seluruh sistem data. Langkah ini bertujuan agar setiap identitas penerima dapat diverifikasi secara akurat dan tidak terjadi duplikasi.

Menurut Sudaryono, integrasi data melibatkan sejumlah instansi penting, mulai dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, hingga BGN.

“Rapat hari ini memastikan semua sistem data dari banyak kementerian, baik itu Kemendikdasmen, kemudian Kementerian Kependudukan dan BKKBN, kemudian Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan BGN, datanya itu saling ngobrol sehingga kita betul-betul menemukan sebetulnya, jadi tidak ada double identitas,” ujar Sudaryono.

Hasil awal dari proses validasi menunjukkan adanya pengurangan signifikan jumlah penerima akibat eliminasi data ganda. Tercatat sebanyak 4.864.467 data siswa berhasil dihapus dari daftar karena terindikasi duplikasi.

Tidak hanya siswa, data guru dan tenaga kependidikan juga mengalami perbaikan. Sebanyak 845.660 data ganda pada kategori tersebut telah dibersihkan dalam proses yang sama.

Setelah melalui tahap pemadanan dan verifikasi, jumlah penerima manfaat yang dinyatakan valid kini mencapai 42.847.940 siswa serta 3.351.568 guru dan tenaga kependidikan.

Sebelumnya, data awal yang dihimpun berasal dari berbagai sumber, termasuk 36.641.241 siswa di bawah Kemendikdasmen dan 6.206.699 siswa dari Kementerian Agama. Sementara itu, data tenaga pendidik terdiri dari 2.865.209 orang di Kemendikdasmen dan 486.359 orang di Kementerian Agama.

Baca Juga: Strategi Baru Internet Nasional, Tak Lagi Andalkan BTS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*