Elektabilitas Golkar Naik di Survei Tempo Data Science, Sekjen: Bahan Bakar Penyemangat

Survei Tempo Data Science mencatat elektabilitas Partai Golkar naik jadi 10%. Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji sebut ini jadi bahan bakar penyemangat partai.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji

JOSS.CO.ID – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyambut baik hasil survei terbaru yang dirilis oleh Tempo Data Science terkait peta elektabilitas partai politik.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Golkar menempati urutan ketiga partai politik dengan persentase pilihan tertinggi dari responden apabila pemilu digelar saat ini, yakni mencapai 10 persen. Angka ini mengalami peningkatan dibanding perolehan suara pada Pemilu 2024 yang berada di angka 8 persen.

“Survei Tempo ini jadi bahan bakar penyemangat kami,” kata Sarmuji melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kendati mengalami kenaikan elektabilitas dibanding Pemilu 2024, hasil survei juga memotret adanya potensi migrasi pemilih Golkar ke partai politik lain. Tercatat sekitar 4 persen pemilih Partai Golkar pada Pemilu 2024 berpotensi beralih mendukung Partai Gerindra pada Pemilu 2029, dan 1 persen berpeluang memilih partai lainnya.

Sarmuji menilai potensi perpindahan pemilih antarpartai tersebut bukan merupakan persoalan serius karena setiap partai menghadapi dinamika yang serupa. Meski demikian, Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI ini menegaskan partainya akan terus bekerja keras menjaga loyalitas 75 persen pemilih konsisten serta berupaya menarik dukungan dari kelompok swing voters maupun pemilih baru.

Peta Kekuatan Partai Politik Lainnya

General Manager Tempo Data Science, Khairul Anam, menyampaikan bahwa secara umum peta pilihan partai politik masih relatif stabil dan belum menunjukkan adanya pergeseran besar.

Dalam temuan survei Tempo Data Science, Partai Gerindra masih memimpin di urutan pertama dengan persentase pilihan tertinggi sebesar 20 persen. Namun, perolehan ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2024 yang mencatatkan angka 23 persen.

Tren penurunan serupa juga dialami oleh PDI Perjuangan (PDIP) di posisi kedua. Partai berlogo banteng moncong putih tersebut memperoleh persentase pilihan sebesar 16 persen, menurun dari perolehan Pemilu 2024 yang berada di angka 18 persen.

Adapun elektabilitas sejumlah partai lainnya terpelihara stabil dan cenderung sama dengan hasil Pemilu 2024, yakni PKB sebesar 8 persen, NasDem 5 persen, dan PKS 4 persen.

“Namun, 24 persen responden masih menjawab merahasiakan, tidak tahu, atau tidak menjawab, sehingga ruang perubahan masih cukup besar,” ungkap Anam saat peluncuran hasil survei di Jakarta Pusat, Rabu, 26 Agustus 2026.

Survei Tempo Data Science ini dilaksanakan pada periode 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.260 responden. Sampel tersebar secara proporsional di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Pengumpulan data menggunakan metode Multistage Random Sampling, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Baca Juga: SE Menkomdigi: Operator Dilarang Hanguskan Sisa Kuota Internet & Bebaskan Biaya Tambahan!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*