Toko Tanpa Kasir di Hong Kong, Robot Xiao Gai Gantikan Pegawai Minimarket

Toko tanpa kasir Ro-bodega di Hong Kong dioperasikan robot humanoid Xiao Gai, menandai tren ritel otomatis yang berpotensi masuk Indonesia.
Foto: scmp.com

Toko tanpa kasir Ro-bodega di Hong Kong dioperasikan robot humanoid Xiao Gai, menandai tren ritel otomatis yang berpotensi masuk Indonesia.

JOSS.CO.ID – Kehadiran toko tanpa kasir kini semakin nyata. Di Hong Kong, sudah ada minimarket yang beroperasi tanpa pegawai manusia, tetap buka 24 jam, dan seluruh aktivitasnya dijalankan oleh robot.

Sebuah toko baru bernama Ro-bodega telah resmi beroperasi di kawasan tepi laut Hung Hom, Hong Kong, dan menjadi sorotan dunia ritel.

Apa yang membuatnya istimewa? Toko ini sama sekali tidak memiliki karyawan manusia. Seluruh operasional, mulai dari mengisi rak barang, mengambil barang pesanan, hingga melayani pembayaran, ditangani sepenuhnya oleh satu robot humanoid bernama Xiao Gai.

Dikembangkan oleh perusahaan teknologi kecerdasan buatan dan robotika asal Beijing, Galbot, Xiao Gai memiliki tinggi 1,67 meter dengan rentang lengan mencapai 1,8 meter. Robot ini tidak hanya mampu menjalankan tugas fisik seperti pegawai minimarket, tetapi juga dapat berinteraksi secara ramah dan berbicara dalam berbagai bahasa.

Layaknya toko ritel modern di Indonesia, produk yang dijual di toko tanpa kasir ini cukup lengkap. Mulai dari camilan, minuman, hingga obat-obatan bebas tersedia seperti di Indomaret dan Alfamart.

Proyek toko tanpa kasir ini didukung oleh Hong Kong Investment Corporation dan disebut sebagai bukti bahwa teknologi AI kini sudah masuk ke kehidupan sehari-hari.

Galbot bahkan memproyeksikan kehadiran toko otomatis ini bisa meningkatkan jumlah pengunjung di kawasan tersebut hingga 40 persen berkat daya tarik teknologi dan pengalaman baru bagi pelanggan. Perusahaan juga berencana memperluas konsep ini dengan menghadirkan 100 toko kapsul berbasis robot di berbagai kota besar lainnya.

Sebelumnya, Galbot telah membuka toko serupa di pusat keramaian Beijing, tepatnya di kawasan Summer Palace, yang juga mengusung konsep ritel otomatis tanpa karyawan manusia.

Perkembangan toko tanpa kasir ini menjadi sinyal penting bagi industri ritel global, termasuk Indonesia. Jika biaya teknologi semakin terjangkau, bukan tidak mungkin konsep minimarket tanpa pegawai akan mulai diterapkan di dalam negeri.

Namun, penggunaan robot dan AI dalam sektor ritel juga memiliki tantangan. Di Jepang, Japan Airlines mulai menguji robot untuk menangani bagasi di Bandara Haneda, menandakan tren otomatisasi yang meluas.

Di sisi lain, tidak semua implementasi berjalan mulus. Awal tahun ini, sebuah video viral menunjukkan robot pelayan restoran tiba-tiba tidak terkendali dan melempar peralatan makan. Di Stockholm, agen AI yang mengelola kedai kopi justru membuat kesalahan besar, termasuk memesan ribuan barang yang tidak diperlukan.

Meski begitu, perkembangan teknologi ritel otomatis tidak bisa dihindari. Kehadiran toko tanpa kasir seperti Ro-bodega menjadi gambaran masa depan industri ritel, di mana peran manusia berpotensi semakin berkurang dan digantikan oleh sistem berbasis AI.

Dengan tren ini, pelaku industri ritel di Indonesia perlu mulai beradaptasi agar tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan besar di era digital.

Baca Juga: Koreksi Saham AI, Jensen Huang: Peluang Beli Murah, AI Baru Dimulai

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*