Koreksi Saham AI, Jensen Huang: Peluang Beli Murah, AI Baru Dimulai

Nvidia CEO Jensen Huang menyebut koreksi saham AI sebagai peluang beli murah dan menilai pembangunan infrastruktur AI global masih di tahap awal.

Nvidia CEO Jensen Huang menyebut koreksi saham AI sebagai peluang beli murah dan menilai pembangunan infrastruktur AI global masih di tahap awal.

JOSS.CO.ID – Nvidia CEO Jensen Huang memandang koreksi tajam saham teknologi dan AI global sebagai “kesempatan membeli di harga diskon”, sambil menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur AI dunia masih berada pada tahap awal dan akan menjadi infrastruktur global seperti internet.

Nvidia CEO Jensen Huang menyebut tekanan jual di saham teknologi dan emiten terkait kecerdasan buatan (AI) sebagai peluang beli, bukan alasan panik. Dalam kunjungannya ke Seoul pada 8 Juni, Huang menilai koreksi tajam di saham-saham AI justru membuka ruang bagi investor untuk masuk di valuasi yang lebih menarik.

Di hadapan wartawan di Korea Selatan, Huang menegaskan bahwa belanja global untuk infrastruktur AI masih berada pada tahap awal pembangunan. Ia menggambarkan fase sekarang sebagai permulaan sebuah siklus panjang, ketika pusat data, chip, dan sistem komputasi AI skala besar mulai disiapkan di berbagai negara dan perusahaan.

Pernyataan optimistis tersebut muncul di tengah pelemahan indeks saham Korea Selatan, Kospi, yang tertekan karena investor mengurangi eksposur terhadap saham-saham yang terhubung dengan tema AI. Kekhawatiran pasar terhadap gangguan yang ditimbulkan oleh teknologi AI dan tingginya valuasi telah memicu aksi ambil untung yang cukup agresif, termasuk pada sektor semikonduktor dan perangkat lunak.

Tekanan jual tidak hanya terjadi di saham individual, tetapi juga terasa di instrumen berbasis sektor. Salah satu reksa dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded fund/ETF) yang berfokus pada perangkat lunak tercatat turun sekitar 22%, mencerminkan penyesuaian sentimen investor terhadap ekspektasi pertumbuhan dan harga yang dinilai sudah terlalu tinggi.

Di tengah volatilitas tersebut, Nvidia dan SK hynix mengumumkan sebuah kesepakatan jangka panjang untuk merancang generasi baru chip memori yang akan digunakan dalam aplikasi AI. SK hynix, sebagai salah satu pemasok utama memori bandwidth tinggi (high-bandwidth memory/HBM) untuk sistem AI Nvidia, memegang peranan penting dalam rantai pasok komputasi AI kelas dunia.

Menurut estimasi lembaga riset Counterpoint, SK hynix menguasai sekitar 57% pendapatan global dari segmen high-bandwidth memory pada salah satu kuartal terbaru, mempertegas posisinya sebagai pemain kunci dalam suplai komponen penting bagi akselerator AI. Dominasi pangsa pendapatan HBM ini menjadikan kerja sama dengan Nvidia sebagai fondasi strategis bagi ekspansi infrastruktur AI global.

Sempat tertekan oleh aksi jual, saham SK hynix kemudian memangkas kerugian setelah Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyampaikan bahwa pasar saham negaranya masih dinilai undervalued. Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk meredakan kekhawatiran atas volatilitas tajam di Kospi dan untuk mengembalikan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi dan prospek sektor teknologi Korea Selatan.

Huang sendiri menekankan bahwa apa yang terjadi di pasar saham perlu dilihat dalam perspektif jangka panjang. Ia menyatakan, “We’re at the beginning of it,” sembari menambahkan bahwa AI akan berkembang menjadi infrastruktur global, mirip dengan peran internet yang sebelumnya mengubah cara dunia berkomunikasi dan berbisnis.

Visi tersebut menyiratkan bahwa, meski terjadi koreksi signifikan di saham-saham AI dan teknologi, Nvidia memandang tren jangka panjang AI masih sangat kuat. Dengan kombinasi pertumbuhan permintaan komputasi AI, kerja sama strategis dengan pemain memori seperti SK hynix, dan keyakinan bahwa AI akan menjadi tulang punggung infrastruktur digital, Huang mengirim pesan bahwa gejolak harga saat ini lebih mirip “diskon sementara” daripada akhir dari reli AI.

Baca Juga: Saham BBCA Anjlok ke Rp 4.800, Sentimen Pasar Jadi Pemicu

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*