Ratusan Dapur MBG di Jateng Sempat Berhenti, Ini Penyebabnya

Ilustrasi, Sebanyak 111 SPPG di Jateng sempat berhenti beroperasi akibat keterlambatan dana BGN. Kini mulai beroperasi kembali.

Sebanyak 111 SPPG di Jateng sempat berhenti beroperasi akibat keterlambatan dana BGN. Kini mulai beroperasi kembali.

JOSS.CO.ID – Ratusan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah di Jawa Tengah sempat menghentikan operasional untuk sementara waktu.

Kondisi tersebut terjadi di Solo, Karanganyar, Brebes, hingga Demak. Di Solo, sebanyak 20 SPPG terpaksa menghentikan operasionalnya. Sementara itu, Karanganyar dan Demak masing-masing mencatat 30 dapur berhenti, serta Brebes sebanyak 31 dapur.

Jika ditotal, jumlah SPPG yang menutup operasionalnya di empat wilayah tersebut mencapai 111 dapur.

Penyebab Utama: Keterlambatan Dana

Penghentian operasional ini disebabkan belum masuknya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Ya ada beberapa, kalau itu memang ada keterlambatan pencairan dana. Jadi mudah-mudahan minggu ini sudah mulai di-approve kembali,” ujar Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Pemkot Solo, Purwanti.

“Mulai minggu ini, Senin ini tidak beroperasionalnya kan mulai Senin ini,” jelasnya.

Purwanti menegaskan bahwa dana bukan tidak dicairkan, melainkan proses distribusinya mengalami penundaan akibat mekanisme administrasi dan verifikasi.

“Proses verifikasi di sana karena kan mungkin ada penggantian pejabat mungkin ya, tapi saya enggak tahu,” kata Purwanti.

“Tapi, yang jelas tidak ada masalah kaitannya dengan hal-hal beroperasional, tapi karena memang murni keterlambatan ini aja pengiriman, ya administrasi,” tambahnya.

Dana Mulai Cair, Operasional Berangsur Normal

Di Solo, dana untuk 20 dapur mulai masuk pada Senin siang. Hal ini memungkinkan operasional kembali berjalan secara bertahap.

“Sampun (sudah) cair hari ini. Ada yang sudah cair semua. Ini masih nunggu cara-caranya kan bertahap. Berhubungan kan kalau BGN itu pencairannya kalau nggak di hari Kamis, hari Jumat, untuk yang jalan di minggu ini,” kata Koordinator SPPG Solo, Priyo Widyastoko.

“Nah, yang untuk jalan minggu ini kan belum ada pencairan gara-gara mungkin sistemlah ada keterlambatan. Dari BGN pun menjanjikan hari ini sudah, sudah pencairan semua. Pencairannya per minggu sekali,” tambahnya.

Di Karanganyar, kondisi serupa juga terjadi. Sebanyak 30 dapur sempat berhenti akibat kendala pencairan dana.

“Rata-rata hampir semua terkendala pencairan dana. Itu biasanya memang seperti itu pencairan agak terlambat,” kata Koordinator BGN wilayah Kabupaten Karanganyar, Rifky Sheva Al Ghifary.

“Itu (kendala pencarian dana) hal biasa di sistem. Yang pasti nanti di hari ini juga, Senin ini juga infonya sudah ada pencairan. Kalau besok bisa operasional, besok bisa operasional lagi,” jelas Rifky.

Kasus di Brebes dan Demak

Di Kabupaten Brebes, terdapat 50 SPPG yang tidak beroperasi sementara. Sebanyak 31 dapur disebabkan keterlambatan dana, sementara 19 lainnya berstatus suspend karena fasilitas belum memenuhi standar.

“Ada 50 SPPG yang berhenti sementara. Sebanyak 31 karena dana belum cair dan 19 lainnya sedang suspend,” jelas Korwil BGN Brebes, Arya Dewa Nugroho.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak berkaitan dengan kejadian luar biasa seperti keracunan makanan.

Sementara itu di Demak, 30 dapur MBG juga sempat berhenti beroperasi. Namun kini layanan mulai kembali berjalan setelah dana cair.

“Alhamdulillah (Senin) sore ini dana operasional sudah cair sehingga besok beberapa sudah mulai melayani MBG lagi,” kata Koordinator wilayah BGN Kabupaten Demak, Muzani Ali Sadikin.

“Hari Rabu sudah berjalan normal semua,” tandas Muzani.

Baca Juga: Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*