Minibus Tertabrak KA Argo Bromo di Grobogan, 4 Tewas dan 5 Luka

Kecelakaan kereta api di Grobogan menewaskan 4 orang setelah minibus tertabrak KA Argo Bromo di perlintasan tanpa palang pintu.
Foto: Dok. Sat Lantas Polres Grobogan

Kecelakaan kereta api di Grobogan menewaskan 4 orang setelah minibus tertabrak KA Argo Bromo di perlintasan tanpa palang pintu.

GROBOGAN, JOSS.CO.ID – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026) dini hari.

Sebuah minibus Toyota Avanza yang membawa rombongan pengantar jemaah haji tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek sekitar pukul 02.52 WIB. Akibat kejadian ini, empat orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Kasatlantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani mengungkapkan, kendaraan berwarna putih dengan nomor polisi H 1060 ZP itu mengangkut sembilan penumpang saat kejadian.

Benturan keras membuat minibus terpental hingga sekitar 20 meter dan masuk ke area persawahan di sekitar lokasi perlintasan.

“Dari 9 penumpang, 4 meninggal dunia, 3 rawat jalan, dan 2 dirawat di RSUD R Soejati. Masih didalami,” kata Kumala, Jumat (1/5/2026).

Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, menjelaskan bahwa seluruh korban merupakan warga Grobogan yang tergabung dalam rombongan pengantar jemaah haji.

“Rombongan pengantar haji, jadi tidak ada calon haji. Tunggu ya masih didalami,” kata Ari.

Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa insiden terjadi di perlintasan kilometer 52+800, jalur hulu antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan.

Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA Argo Bromo Anggrek sempat terhenti untuk pemeriksaan kondisi sarana.

Kereta melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pukul 02.54 WIB dan kembali melanjutkan perjalanan dua menit kemudian setelah dinyatakan aman.

“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” kata Luqman.

Pihak KAI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api demi keselamatan bersama.

“KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan,” pungkas Luqman.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di perlintasan tanpa palang pintu yang masih banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Evaluasi Taksi Green SM Usai Insiden Kereta di Bekasi Timur

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*