KAI Tutup 235 Pelintasan Sebidang Berisiko Tinggi Demi Keselamatan

KAI akan menutup 235 pelintasan sebidang berisiko tinggi dari total 1.864 titik demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan.

KAI akan menutup 235 pelintasan sebidang berisiko tinggi dari total 1.864 titik demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan.

BEKASI, JOSS.CO.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengidentifikasi sebanyak 1.864 pelintasan sebidang di Indonesia yang dinilai tidak aman dan berisiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat. Langkah strategis pun disiapkan dengan menutup ratusan pelintasan sebagai upaya menekan angka kecelakaan.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan bahwa dari total pelintasan tersebut, sebanyak 235 titik telah masuk dalam kategori prioritas untuk segera ditutup.

“Ada lebih dari 200 pelintasan yang akan segera kami tutup. Dan kami sudah kategorisasikan 235 lokasi akan kami lakukan penutupan secepatnya,” kata Bobby saat ditemui di Stasiun Bekasi Timur, Senin (4/5/2026).

Ia menegaskan bahwa keselamatan menjadi aspek utama dalam operasional perkeretaapian yang tidak bisa ditawar.

“Pokoknya yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, kami akan tutup. Karena keselamatan tidak bisa ditoleransi, tidak bisa dikompromikan,” ujarnya.

Selain penutupan pelintasan, KAI juga terus melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan, termasuk peningkatan fasilitas keselamatan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam, yang kembali menyoroti pentingnya pengamanan pelintasan sebidang.

Ke depan, KAI berharap penutupan pelintasan berisiko dapat diimbangi dengan pembangunan infrastruktur alternatif seperti flyover atau underpass. Hal ini bertujuan agar mobilitas masyarakat tetap terjaga tanpa mengorbankan keselamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan kajian terkait rencana penutupan pelintasan sebidang Ampera di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Menurutnya, penutupan pelintasan bukanlah tujuan utama, melainkan bagian dari upaya menciptakan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

“Menutup atau tidak menutup itu bukan targetnya. Itu hanya tools. Tujuan utamanya adalah aman, selamat, tertib, dan lancar, baik bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta,” ujar Zeno saat ditemui di kawasan Bekasi Timur, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa kajian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti lalu lintas harian rata-rata (LHR), kapasitas jalan, hingga dampak terhadap ruas jalan lain jika pelintasan ditutup.

Dishub juga menghitung potensi peningkatan volume kendaraan di sejumlah titik seperti Jalan Pahlawan, kawasan Bulak Kapal, hingga underpass Nonon Sontani jika akses Ampera ditutup.

Selain itu, rekayasa lalu lintas telah diterapkan di sekitar Stasiun Bekasi Timur dan terbukti mampu meningkatkan kecepatan kendaraan dari 25 kilometer per jam menjadi 35 kilometer per jam.

Baca Juga: China Luncurkan Kereta Ekspres Durian, Tekan Harga hingga 30 Persen

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*