China Sulap Hainan Jadi Zona Bebas Bea Raksasa, Investasi Tembus US$113 Miliar

China kembangkan Hainan Free Trade Port senilai US$113 miliar dengan bebas tarif hingga 74% barang, target jadi pusat ekonomi global baru.

China kembangkan Hainan Free Trade Port senilai US$113 miliar dengan bebas tarif hingga 74% barang, target jadi pusat ekonomi global baru.

JOSS.CO.ID – China resmi mengubah Pulau Hainan menjadi zona pabean independen sebagai bagian dari proyek ambisius Hainan Free Trade Port (HFTP). Program ini didukung investasi sebesarUS$ 113 miliar (sekitar Rp 1.966 triliun) dan ditargetkan menjadi pusat perdagangan bebas berpengaruh secara global pada pertengahan abad ini.

Inisiatif yang dikenal sebagai Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan (Hainan FTP) ini resmi beroperasi sejak 18 Desember 2025, di mana sistem operasional bea cukainya kini terpisah sepenuhnya dari wilayah daratan utama.

Bebas Tarif hingga 74 Persen Barang

Salah satu terobosan utama dalam kebijakan ini adalah penerapan sistem bebas tarif besar-besaran. Lebih dari 74% komoditas luar negeri kini dapat masuk ke Hainan tanpa dikenakan bea impor, pajak pertambahan nilai, maupun pajak konsumsi.

Langkah strategis ini meningkatkan jumlah barang yang memenuhi syarat untuk masuk tanpa tarif dari sebelumnya hanya 21% menjadi 74%. Selain itu, kategori barang bebas bea juga diperluas lebih dari tiga kali lipat hingga mencakup lebih dari 6.600 kategori barang.

Tak hanya itu, barang yang diproses di Hainan juga mendapat keuntungan tambahan. Jika produk tersebut memiliki nilai tambah lokal minimal 30%, maka dapat masuk ke China daratan tanpa dikenakan tarif domestik.

Regulasi Longgar dan Tarik Investor Global

Melalui skema pelonggaran regulasi dan pemotongan tarif besar-besaran, proyek ini dirancang untuk menggaet investor global. Langkah strategis tersebut sekaligus memposisikan Hainan sebagai pusat ekonomi kompetitif baru yang menjadi alternatif bagi Hong Kong di tengah dinamika ekonomi dunia saat ini.

Hainan juga menawarkan kebijakan investasi yang lebih terbuka, termasuk daftar negatif investasi asing terpendek di China serta insentif pajak penghasilan individu dan korporasi yang kompetitif.

Selain itu, sistem ekonomi di pulau ini mengusung konsep:
– Akses lebih bebas di perbatasan internasional
– Akses terkontrol menuju China daratan
– Arus bebas barang dan modal di dalam wilayah

Di bawah kerangka kebijakan baru ini, barang-barang yang diproses di Hainan dapat masuk ke China daratan tanpa tarif jika nilai tambah lokalnya melebihi 30%. Rencana ini juga membuka akses bagi entitas asing ke layanan tertentu yang selama ini dibatasi di daratan, serta menyederhanakan prosedur investasi lintas batas.

Dorong Integrasi Ekonomi Asia Tenggara

Secara geografis, posisi Hainan yang dekat dengan Asia Tenggara menjadikannya strategis dalam memperkuat rantai pasok regional.

Proyek ini diharapkan dapat mempercepat integrasi rantai pasok dan memperkuat hubungan ekonomi China dengan negara-negara di Asia Tenggara, yang berada tepat di depan arah Selatan Pulau ini.

“Pelabuhan ini dapat menjadi gerbang vital yang memimpin era baru keterbukaan China kepada dunia,” kata Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng.

Respon Pasar dan Pandangan Analis

Peluncuran Hainan FTP langsung mendapat respon positif dari pasar keuangan. Saham di China dan Hong Kong tercatat menguat, didorong optimisme masuknya investasi baru.

Analis melihat proyek ini sebagai langkah uji coba menuju keterbukaan ekonomi yang lebih luas.

“Model Hainan pada dasarnya menawarkan liberalisasi terkelola yang akan sangat bagus untuk mengintegrasikan kembali rantai pasokan, namun model ini tidak memiliki sistem hukum dan keterbukaan finansial yang bisa dibanggakan Hong Kong,” kata Xu Tianchen, ekonom senior di Economist Intelligence Unit, kepada Reuters, akhir tahun lalu.

Dengan berbagai insentif dan kebijakan progresif, Hainan kini diposisikan sebagai laboratorium ekonomi China untuk menguji model perdagangan bebas skala besar di masa depan.

Baca Juga: Angka Kelahiran Korea Selatan Mulai Naik Setelah Lama Turun

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*