
Bahlil Lahadalia bertemu Menteri Energi Rusia membahas pasokan minyak mentah dan LPG untuk memperkuat ketahanan energi nasional Indonesia.
JOSS.CO.ID – Pemerintah Indonesia terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui kerja sama internasional. Salah satunya dilakukan melalui pertemuan bilateral antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada Selasa (15/4/2026).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang berlangsung di Kremlin sehari sebelumnya.
Dalam forum tersebut, kedua negara membahas peluang konkret kerja sama energi, terutama terkait kepastian pasokan minyak mentah (crude) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Rusia menyatakan bahkan kesiapan untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia, termasuk dalam hal penyimpanan energi (storage).
Pertemuan ini juga menghadirkan sejumlah perusahaan energi besar asal Rusia seperti Rosneft, Ruschem, Zahrubesneft, dan Lukoil, yang membuka peluang kerja sama lebih luas di sektor energi.
“Hari ini saya baru selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia dalam rangka kesepakatan kesepakatan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin. Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik dimana kita bisa mendapatkan cadangan minyak mentah kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” kata Bahlil mengutip siaran persnya, Rabu (15/4/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa kerja sama ini dijajaki melalui dua skema, yakni Government to Government (G2G) dan business to business (B2B). Skema tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian pasokan energi, khususnya minyak mentah dan LPG.
Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan Rusia, termasuk dalam pengembangan fasilitas penyimpanan minyak, kontrak pasokan jangka panjang, penjajakan energi nuklir, hingga kerja sama di sektor mineral.
“Kita ingin semua ini benar-benar memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional,” tegasnya.
Menurut Bahlil, hasil pertemuan ini memberikan sinyal positif di tengah kondisi global yang dinamis dan tidak menuntu. Rusia dinilai sebagai mitra strategis karena kapasitas produksi energi yang besar serta pengalaman panjang di sektor minyak dan gas.
“Sekali lagi saya merasa senang hari ini karena atas Arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menyelesaikannya secara menyeluruh. Dan alhamdulillah sekali lagi saya katakan bahwa Insyaallah kita bisa mendapatkan yang baik,” jelas Bahlil.
Di tengah volatilitas pasar energi global akibat faktor geopolitik dan fluktuasi produksi, Indonesia terus mencari sumber pasokan alternatif yang stabil. Rusia menjadi salah satu opsi penting untuk memastikan kelanjutan energi nasional.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung Indonesia.
“Sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi terutama dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, serta kelistrikan dalam hal ini pembangkit listrik tenaga nuklir,” jelas Sergey Tsivilev.
Pemerintah Indonesia memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan nasional. Diplomasi energi ini juga menunjukkan komitmen Indonesia untuk tetap aktif dan konstruktif di panggung global, dengan mengedepankan kepentingan nasional.

Leave a Reply