Keluar dari MU, Mazraoui Siap Pensiun Demi Jadi Imam Masjid

Noussair Mazraoui berencana keluar dari MU Manchester United dan pensiun usai Piala Dunia 2026 demi fokus menghafal Alquran dan menjadi imam masjid.

Noussair Mazraoui berencana keluar dari MU Manchester United dan pensiun usai Piala Dunia 2026 demi fokus menghafal Alquran dan menjadi imam masjid.

PEMAIN Manchester United dan Timnas Maroko, Noussair Mazraoui, mengaku siap mengakhiri karier sebagai pesepakbola profesional setelah Piala Dunia 2026 nanti. Langkah besar ini ia ambil sebagai bagian dari keinginannya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Noussair Mazraoui

Mazraoui menjelaskan bahwa begitu gantung sepatu, ia ingin mengalihkan fokus hidupnya untuk menghafal Alquran dan mengabdi di masjid. Menurutnya, karier sebagai pemain sepak bola punya batas waktu yang jelas, sementara tujuan spiritual yang ia kejar bersifat jangka panjang dan menjadi prioritas utama.

“Mungkin saya akan memutuskan mengakhiri karier setelah Piala Dunia (2026). Hidup itu singkat. Saya ingin menghafal Alquran dan menjadi imam masjid,” ujar Mazraoui, dikutip dari Okezone.

Rencana seperti ini bukan muncul tiba-tiba. Pemain berusia 29 tahun tersebut sudah pernah menyampaikan impiannya sejak 2024, tidak lama setelah resmi bergabung dengan Manchester United. Saat itu, kabar bahwa ia ingin menjadi imam masjid usai pensiun sempat viral di kalangan penggemar.

Jika benar-benar pensiun setelah Piala Dunia 2026, Mazraoui harus mengakhiri kontraknya di Manchester United lebih cepat. Saat ini, bek kanan asal Maroko itu masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2028, sehingga berpotensi ada pemutusan kontrak dua tahun sebelum masa kerja berakhir.

Selama berkostum Manchester United, Mazraoui sempat menjadi salah satu pemain penting ketika tim masih ditangani Ruben Amorim. Dalam skema 3-4-3, ia menempati posisi wing-back kanan dan kerap diandalkan dalam membangun serangan maupun bertahan di sisi lapangan.

Namun situasi berubah ketika kursi pelatih berpindah ke Michael Carrick. Perlahan, menit bermain Mazraoui menurun dan ia tidak lagi selalu menjadi pilihan utama di posisi bek kanan. Kendati demikian, statusnya di Timnas Maroko tetap kuat.

Di level internasional, Mazraoui masih dipercaya menjadi bagian penting skuad Maroko. Ia rutin dipanggil untuk berbagai laga resmi maupun uji coba. Pada FIFA Matchday Maret 2026, ia tampil selama 82 menit saat Maroko menang 2-1 atas Ekuador, menunjukkan bahwa kontribusinya masih dibutuhkan di tim nasional.

Mazraoui juga terlibat dalam beberapa momen bersejarah Timnas Maroko. Ia menjadi bagian skuad yang menembus semifinal Piala Dunia 2022 dan ikut mengantarkan Maroko meraih gelar juara Piala Afrika 2025, dua pencapaian yang mengangkat nama sepak bola Afrika di panggung dunia.

Dengan pernyataan yang sudah disampaikan ke publik, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi panggung terakhir Noussair Mazraoui, baik di level internasional maupun sebagai pesepakbola profesional. Jika rencana itu terealisasi, ia akan menutup karier pada usia yang sebenarnya masih kompetitif bagi pemain belakang modern.

Keputusan tersebut menggambarkan perubahan prioritas dalam hidupnya. Setelah merasakan persaingan di level tertinggi bersama klub besar Eropa, Mazraoui kini ingin mengejar cita-cita lain: mendalami ilmu agama, menghafal Alquran, dan menapaki jalan baru sebagai imam masjid.

Baca Juga:

Pesawat Hercules C-130 Bawa Uang Jatuh, Dijarah Warga

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*