
Pesawat Hercules C-130 jatuh di Bolivia bawa uang baru Bank Sentral senilai Rp1 triliun, 24 tewas, sebagian uang dijarah hingga akhirnya dinyatakan tak bernilai.
JOSS.CO.ID – Insiden kecelakaan pesawat angkut militer Hercules C-130 terjadi di Bandara Internasional El Alto, Bolivia, pada akhir Februari 2026 dan menewaskan 24 orang. Pesawat ini menjalani penerbangan domestik dari Santa Cruz menuju El Alto ketika tergelincir setelah mendarat dan menghantam deretan kendaraan di jalan raya dekat bandara.
Di dalam pesawat, otoritas menyebut terdapat 17,1 juta lembar uang kertas baru milik Bank Sentral Bolivia (BCB) dengan nilai 423 juta bolivianos, sekitar Rp1 triliun jika dikonversi. Uang tersebut merupakan kiriman resmi bank sentral yang hendak didistribusikan ke wilayah lain di Bolivia.
Warga Kerumuni Lokasi, Uang Tunai Dijarah
Sesaat setelah kecelakaan, saksi mata dan warga sekitar bergegas menuju lokasi jatuhnya pesawat. Mereka melihat tumpukan uang tunai yang keluar dari badan pesawat dan berserakan di jalan, sehingga sebagian orang langsung berusaha mengambilnya.
Polisi yang datang ke lokasi terpaksa menggunakan gas air mata untuk menghalau kerumunan yang mencoba menjarah uang. Rekaman video yang beredar memperlihatkan pesawat di darat dalam kondisi rusak berat dan sejumlah kendaraan yang ringsek akibat tertabrak. Dalam video lain, tampak sekelompok orang berlari menjauhi kepulan gas air mata, sementara petugas polisi dengan perisai membentuk barisan, dan beberapa orang terlihat melempari aparat dengan batu.
“Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia” yang dikutip BBC menggambarkan situasi tersebut sebagai sangat tegang. “Saat kru berita meliput kecelakaan itu, individu yang mencoba mencuri uang yang diangkut menyerang pers dengan kekerasan yang tidak biasa,” kata pernyataan asosiasi itu.
Media internasional juga mencatat skala penjarahan yang terjadi. “Menurut pemerintah, sekitar 30% uang tersebut telah dijarah,” tulis AFP dalam laporannya.
Uang Seri B Dibatalkan, Resmi Tak Bernilai
Menanggapi penjarahan uang tunai dari lokasi kecelakaan, Bank Sentral Bolivia (BCB) mengambil langkah hukum penting. Lembaga itu mengumumkan pembatalan seluruh uang kertas seri B yang diangkut Hercules nahas tersebut, sehingga uang itu tidak lagi diterima dalam transaksi oleh pedagang dan lembaga keuangan.
Keputusan itu membuat semua uang yang berada di dalam penerbangan, baik yang berhasil diamankan maupun yang terlanjur dijarah, kini dianggap tidak berharga dalam sistem pembayaran resmi Bolivia. Presiden BCB, David Espinoza, meminta publik memahami kebijakan ini dan hanya menggunakan uang tunai yang sah secara hukum. BCB juga menyediakan alat pencarian di situs web resminya untuk membantu warga memverifikasi keabsahan uang yang mereka pegang.
Peringatan Hukum bagi Penjarah dan Seruan Hormati Masa Berkabung
Pemerintah Bolivia menegaskan bahwa siapa pun yang mencoba menggunakan uang dari kecelakaan tersebut sebagai alat pembayaran dapat dikenai proses pidana. “Saya ingin memperjelas kepada mereka yang mencoba mengambil uang dari pesawat yang terlibat dalam tragedi ini bahwa uang ini tidak memiliki nilai hukum… bahwa upaya untuk menggunakan uang ini adalah kejahatan,” ujar Menteri Pertahanan Marcelo Salinas.
Pejabat itu juga menyampaikan imbauan moral kepada masyarakat yang masih mendatangi lokasi kecelakaan. “Kami juga meminta semua pihak yang melakukan tindakan vandalisme di daerah ini untuk menahan diri dan menghormati masa berkabung dan duka yang kami alami di masa sulit ini,” katanya.

Leave a Reply