Ekonomi Negara Berkembang Asia Lambat, Bagaimana dengan RI ?

Ilustrasi
Ilustrasi

Ekonomi Asia lambat RI 5,2%—ADB prediksi kawasan 5,1% vs Indonesia naik meski konflik Timur Tengah. Proyeksi lengkap RRT, India, Pasifik.

JOSS.CO.ID – Ekonomi Asia lambat RI 5,2% jadi sorotan laporan terbaru. Bank Pembangunan Asia (ADB) dalam Asian Development Outlook (ADO) April 2026 memproyeksikan pertumbuhan negara berkembang Asia-Pasifik turun ke 5,1% di 2026-2027. Faktor pemicu: konflik Timur Tengah dan gejolak perdagangan global.

Situasi Timur Tengah berisiko ganggu pasokan jangka panjang, bikin prospek ekonomi kawasan penuh tantangan.

“Konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah merupakan risiko terbesar bagi prospek kawasan ini karena dapat menyebabkan harga energi dan pangan yang terus tinggi dan kondisi keuangan yang lebih ketat,” kata Kepala Ekonom ADB, Albert Park dalam keterangan resmi.

Efeknya: harga melonjak, logistik terganggu, pasar keuangan goyah. Konsumsi rumah tangga dan permintaan AI tetap kuat, tapi proyeksi keseluruhan kawasan memburuk.

RI Beda: Tumbuh 5,2% di 2026-2027

Ekonomi Asia lambat RI 5,2%—ADB revisi naik dari 5,1% sebelumnya. Tren ini bisa terganggu jika konflik Timur Tengah eskalasi.

Bandingkan tetangga: RRT turun ke 4,6% (2026) dan 4,5% (2027) gara-gara properti lesu dan ekspor lelet. India melambat 6,9% dari 7,6%. Pasifik paling parah: 3,4% (2026) dan 3,2% (2027) dari 4,2% (2025).

Baca Juga:

Kota dengan Harga Bensin Termahal di Dunia, Tembus Rp 70.000 per Liter

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*