
Harga bensin Kota Hong Kong termahal di dunia, tembus sekitar Rp. 70.000 per liter akibat konflik di Timur Tengah dan gangguan Selat Hormuz, menekan warga dan bisnis.
JOSS.CO.ID – Kota Ini Punya Harga Bensin Termahal di Dunia Harga bensin di Hong Kong kembali mencetak rekor. Pengemudi kini harus membayar sekitar Rp 70.000 per liter, menjadikannya salah satu kota dengan harga bensin termahal di dunia.
Jika para pengemudi di Amerika Serikat kesal harus membayar sekitar US$4 per liter, situasi di Hong Kong berada di level yang sama sekali berbeda. Di pusat keuangan internasional utama ini, harga bensin telah melesat hingga sekitar US$15,6 per liter, menjadikannya kota dengan harga bensin termahal di dunia.
Lonjakan ini terjadi ketika pasar energi global diguncang konflik di wilayah Teluk dan gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz. Bagi kota yang sejak lama terkenal dengan harga bahan bakar sangat tinggi, kenaikan terbaru semakin menekan penduduk dan dunia usaha.
Harga bensin di Hong Kong kembali menyita perhatian dunia, dengan penduduk kini harus membayar sekitar US$15,6 per liter untuk mengisi bensin. Bahkan sebelum konflik yang melibatkan Iran dan krisis minyak global memanas, kota ini sudah konsisten berada di puncak daftar sebagai tempat termahal di dunia untuk membeli bensin.
Mengapa Harga Bahan Bakar Begitu Tinggi?
Kenaikan harga terbaru ini tak lepas dari gejolak di Selat Hormuz, jalur pelayaran utama yang dilalui sebagian besar minyak dunia. Penutupan dan gangguan di kawasan ini memukul perekonomian Asia yang bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.
Pemimpin kota John Lee juga menyoroti persoalan tersebut, dengan menyatakan bahwa para pejabat akan “memantau fluktuasi harga dengan cermat.” Pemerintah Hong Kong menegaskan, “Dengan keuntungan memiliki dukungan kuat dari tanah air, Hong Kong mampu mempertahankan pasokan energi yang stabil di tengah kekurangan energi di banyak wilayah dan kota di seluruh dunia.”
Sejumlah analis menilai, pajak bahan bakar yang tinggi, biaya lahan mahal untuk stasiun pengisian, serta ongkos distribusi di kota padat seperti Hong Kong menjadi penyebab utama harga bahan bakar tetap bertahan di level sangat tinggi.
Dampak lonjakan harga bensin dirasakan baik oleh pengemudi biasa maupun mereka yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja. Jason Kan, seorang konsultan independen, mengatakan, “Kenaikan 15% jelas menimbulkan dampak besar, karena harga bahan bakar di Hong Kong sudah dimulai dari harga dasar yang sangat tinggi, yang menyumbang sebagian besar pendapatan rata-rata penduduk Hong Kong, terutama jika dibandingkan dengan Taiwan dan Jepang.”
Ia juga menambahkan, “Hal ini dapat membebani perekonomian Hong Kong secara signifikan.” Banyak pengemudi kini memilih menyeberang ke daratan Tiongkok untuk mengisi bahan bakar, di mana harganya bisa serendah sepertiga dari harga di Hong Kong.
Bagi pekerja pengiriman, tekanan terasa lebih langsung. Liu, seorang pengemudi pengiriman makanan, mengungkapkan, “Harga minyak untuk mengantarkan makanan telah meningkat tetapi upahnya tidak.”
Walaupun hanya sebagian kecil penduduk memiliki kendaraan pribadi, para ekonom mengingatkan bahwa kenaikan harga bensin dapat mendorong naiknya biaya logistik dan memicu inflasi di berbagai sektor. Harga transportasi barang dan jasa berisiko ikut terkerek, lalu diteruskan ke konsumen.
Jaringan transportasi umum Hong Kong yang luas dan efisien membantu mengurangi sebagian dampak kenaikan harga bahan bakar. Namun, tekanan terhadap pengemudi, pekerja pengiriman, dan pelaku usaha kecil tetap sangat nyata, terutama ketika harga bensin Hong Kong bertahan sebagai yang termahal di dunia.
Penyebab utamanya adalah pajak bahan bakar yang tinggi, biaya lahan dan distribusi yang mahal, serta kenaikan harga minyak global yang dipicu konflik dan gangguan pasokan.

Leave a Reply