
Krisis energi global picu kenaikan harga BBM di Kenya hingga 40 shilling per liter. Warga bergegas ke SPBU jelang penyesuaian harga tengah malam.
NAIROBI, JOSS.CO.ID – Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di ibu kota Kenya, Nairobi, pada 15 April 2026. “Lonjakan ini terjadi seiring kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga bahan bakar yang mulai berlaku tepat setelah tengah malam,” tulis Reuters, Rabu (15/4).
Kenaikan harga bahan bakar di Kenya mencapai level tertinggi dalam dua tahun terakhir. “Harga bahan bakar dilaporkan melonjak tajam, dengan kenaikan mencapai 40 shilling Kenya (KES) per liter untuk solar dan hampir 29 shilling untuk bensin,” papar laporan Reuters.
Seorang petugas pompa bensin bahkan tampak “mengonfirmasi pembayaran melalui telepon seluler usai mengisi bahan bakar ojek di SPBU TotalEnergies jelang pengumuman kenaikan harga bahan bakar, di Nairobi, Kenya, 14 April 2026.”
Kenaikan ini muncul setelah berminggu-minggu spekulasi mengenai penyesuaian tarif energi. Sebelumnya, pemerintah Kenya sempat memberi jaminan bahwa harga bahan bakar tidak akan naik. Namun, “tekanan dari meningkatnya harga energi global serta lonjakan biaya pengiriman akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Iran, membuat kebijakan tersebut tak dapat dipertahankan.”
“Negara-negara Afrika, termasuk Kenya, menjadi pihak yang paling rentan terhadap gangguan pasokan energi global.” Konflik di Timur Tengah hampir menghentikan distribusi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia yang melewati Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi internasional.
Analis memperkirakan kenaikan BBM ini akan berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok serta biaya transportasi di kawasan Afrika Timur, mengingat ketergantungan Kenya pada impor bahan bakar masih tinggi.

Leave a Reply