Menteri PPPA Minta Maaf, Fokus Pendampingan Korban Kecelakaan KA Bekasi

Menteri PPPA Arifah Fauzi minta maaf atas pernyataan soal KRL usai kecelakaan di Bekasi dan tegaskan fokus pada penanganan serta pendampingan korban.

Menteri PPPA Arifah Fauzi minta maaf atas pernyataan soal KRL usai kecelakaan di Bekasi dan tegaskan fokus pada penanganan serta pendampingan korban.

JAKARTA, JOSS.CO.ID, Polemik pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi usai kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, akhirnya mendapat klarifikasi. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada publik setelah pernyataannya menjadi viral dan menuai kritik.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu.

Arifah menegaskan bahwa keselamatan seluruh masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah tanpa membedakan gender. Fokus utama saat ini adalah penanganan korban kecelakaan, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka.

“Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka,” kata Arifah Fauzi.

Ia juga meluruskan bahwa pernyataannya sebelumnya tidak memiliki maksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lain dalam insiden tersebut.

“Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak,” kata Arifah Fauzi.

Menurutnya, proses penanganan insiden kecelakaan kereta di Bekasi telah dilakukan secara cepat dan menyeluruh oleh pihak terkait. Kementerian PPPA turut hadir untuk memastikan hak-hak korban, terutama anak-anak yang kehilangan orang tua, tetap terpenuhi.

“Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini. Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan, serta dukungan yang diperlukan, khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma akibat peristiwa ini,” kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama fokus pada penanganan korban serta memperbaiki sistem keselamatan transportasi publik agar kejadian serupa tidak terulang.

“Keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan transportasi ke depan,” kata Arifah Fauzi.

Sebelumnya, Arifah sempat mengusulkan pemindahan posisi gerbong khusus perempuan pada KRL ke bagian tengah. Usulan tersebut muncul setelah insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya menjenguk korban kecelakaan di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4), yang kemudian memicu perdebatan di masyarakat.

Baca Juga: Evaluasi Taksi Green SM Usai Insiden Kereta di Bekasi Timur

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*