Mantan Presiden FIFA Dukung Saran Boikot Piala Dunia 2026 di AS Karena Keamanan dan Isu Imigrasi

Mantan Presiden FIFA Dukung Saran Boikot Piala Dunia 2026 di AS Karena Keamanan dan Isu Imigrasi
‘Stay away from USA’: Former FIFA chief Sepp Blatter fuels World Cup 2026 boycott debate

Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter mendukung seruan boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat dengan alasan keamanan dan dugaan pelanggaran imigrasi terhadap penggemar sepak bola.

JOSS.CO.ID — Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter menyarankan penggemar sepak bola untuk menjauhi Amerika Serikat dan memboikot Piala Dunia karena alasan keamanan dan isu imigrasi, kata beberapa laporan media internasional. (The Guardian)

Blatter, yang pernah memimpin federasi sepak bola dunia itu, secara terbuka mendukung pandangan pengacara anti-korupsi asal Swiss, Mark Pieth, yang sebelumnya bekerja dengan FIFA. Pieth sebelumnya menyarankan para suporter untuk menghindari perjalanan ke Amerika Serikat atas dasar apa yang disebutnya sebagai “‘abuses by immigration services’”. (The Independent)

Dalam unggahannya di media sosial pada hari Senin, Blatter mengutip pernyataan tersebut dengan menulis: “‘For the fans, there’s only one piece of advice: stay away from the USA!’ I think Mark Pieth is right to question this World Cup.” (The Independent)

Saran tersebut muncul di tengah kontroversi yang meningkat menjelang Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat bersama dengan Kanada dan Meksiko dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan total 78 pertandingan dijadwalkan di 11 kota AS. (The Independent)

Pandangan Pieth dan dukungan Blatter juga dipicu oleh insiden yang menewaskan dua warga negara Amerika Serikat — Renee Good dan Alex Pretti — di Minneapolis, Minnesota, setelah tindakan keras yang dilakukan oleh agen imigrasi. Menurut laporan, Pretti was reportedly shot dead while filming a protest, despite video evidence suggesting he posed no threat to federal agents. (The Independent)

Reaksi dari komunitas sepak bola dan pejabat olahraga beragam. Beberapa tokoh mendukung diskusi terbuka soal keamanan dan kebijakan tuan rumah, sementara federasi sepak bola tertentu menolak gagasan boikot dan menegaskan komitmen mereka untuk berpartisipasi dalam turnamen. (straitstimes.com)

Baca Juga:

HP Trump T1 Dipesan 590 Ribu Unit, Produk Tak Kunjung Dikirim

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*