HP Trump T1 Dipesan 590 Ribu Unit, Produk Tak Kunjung Dikirim

HP Trump T1 Dipesan 590 Ribu Unit, Produk Tak Kunjung Dikirim
Ilustrasi

JOSS.CO.ID – HP ‘made in America’ Trump T1 Phone yang sebelumnya digaungkan sebagai ‘pengganti iPhone’ telah dijual dan dipesan oleh 590.000 konsumen dengan membayar uang mukaUS$100 (Rp1,6 jutaan). Artinya, perusahaan telekomunikasi milik keluarga Presiden AS Donald Trump itu sudah mengumpulkan US$59 juta (Rp989 miliar).

Namun hingga kini, belum ada satu pun konsumen yang menerima perangkat tersebut, meskipun dana deposit telah dikumpulkan sejak lama.

Belum Ada Produk, Desain Justru Berubah-ubah

Masalah utama yang kini disorot publik adalah belum adanya unit Trump T1 yang benar-benar dikirim ke pemesan. Kondisi ini diperparah dengan perbedaan desain ponsel yang ditampilkan ke publik.

Pada pengumuman awal, foto yang beredar memperlihatkan ponsel berwarna emas dengan desain belakang menyerupai iPhone Pro. Sementara bagian depan menampilkan kamera depan berlubang di tengah layar.

Namun, pada pengumuman berikutnya, gambar ponsel yang beredar justru menunjukkan desain yang sangat berbeda. Ponsel tersebut terlihat lebih mirip Samsung Galaxy S25 Ultra yang menggunakan casing Spigen dan diubah warnanya menjadi emas. Gambar ini bahkan diyakini merupakan hasil editan.

Spesifikasi Trump T1 Terus Mengalami Perubahan

Selain desain, spesifikasi Trump T1 Phone juga dilaporkan mengalami sejumlah perubahan dari waktu ke waktu.

Mengutip PhoneArena, Minggu (1/2/2026), spesifikasi awal menyebutkan bahwa Trump T1 Phone akan dilengkapi dengan layar 6,78 inci. Namun kemudian ukuran tersebut dikurangi menjadi layar AMOLED 6,25 inci dengan refresh rate 120Hz.

Untuk sektor dapur pacu, nama prosesor aplikasi belum pernah diumumkan secara resmi. Meski demikian, salah satu chipset yang disebut-sebut sebagai kandidat adalah Qualcomm Snapdragon 6 Gen 1 kelas menengah. SoC ini diproduksi oleh Samsung Foundry menggunakan proses fabrikasi 4nm (4LPE).

Trump T1 juga dilaporkan akan dibekali RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB yang dapat diperluas melalui kartu microSD. Sistem operasi yang digunakan adalah Android.

Janji Pengiriman Tak Terpenuhi

Reputasi Trump T1 semakin dipertanyakan setelah janji pengiriman pada Agustus 2025 tidak terealisasi. Hingga Februari 2026, konsumen yang telah membayar deposit belum menerima produk apa pun.

Kondisi ini menimbulkan keraguan publik terhadap kesiapan produksi dan transparansi Trump Mobile dalam merealisasikan janji kepada konsumennya.

Trump Mobile Wacanakan T1 Ultra

Di tengah polemik tersebut, eksekutif Trump Mobile, Don Hendrickson, justru mengumumkan rencana lanjutan perusahaan.

“Langkah besar kami selanjutnya adalah peluncuran T1 Ultra yang akan menyusul kesuksesan T1,” ungkap Hendrickson dikutip Minggu (1/2/2026).

Rencana ini menuai beragam respons. Sebagian pihak menilai langkah tersebut tidak masuk akal, sementara yang lain menyebutnya sebagai “kesuksesan” dan bahkan strategi jenius.

Dinilai Jenius, Tapi Juga Mencurigakan

Sebagian pengamat menilai Trump Mobile telah berhasil mengumpulkan modal awal sebesar US$59 juta tanpa harus mengirimkan satu unit pun ponsel ke konsumen.

Penambahan varian Ultra dinilai dapat menjadi strategi untuk meraup lebih banyak dana, terutama dari para pendukung Trump. Namun di sisi lain, langkah ini juga memicu kecurigaan karena promosi produk terus digencarkan tanpa adanya bukti fisik atau pengiriman nyata kepada konsumen.

Hingga kini, masa depan HP Trump T1 masih dipertanyakan, sementara publik menunggu realisasi janji yang telah digaungkan sejak awal peluncurannya.

Baca Juga:

Rupiah Melemah, Batam Jadi Destinasi Wisata Primadona Warga Singapura

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*