Efisiensi Rp136 T Proyek 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Agrinas Kebut 30 Ribu Gerai Lagi

Efisiensi Rp136 T Proyek 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Agrinas Kebut 30 Ribu Gerai Lagi
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota (Tangkapan Layar CNBC Indonesia TV)

PT Agrinas merampungkan proyek 1.357 gerai Koperasi Desa Merah Putih dan mengejar target 80 ribu unit, efisiensi biaya hingga Rp136 triliun.

JOSS.CO.ID, JAKARTA – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mengumumkan telah menyelesaikan pembangunan 1.357 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di berbagai daerah. Sementara itu, sekitar 30.500 unit lainnya kini masih dalam proses pengerjaan dan diklaim hampir rampung secara bertahap.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menjelaskan, percepatan pembangunan dilakukan untuk memperkuat ekosistem distribusi pangan dan sarana produksi di tingkat desa. Menurutnya, kehadiran KDMP diharapkan menjadi simpul baru rantai pasok pangan nasional sekaligus mendorong aktivitas ekonomi warga desa.

“Hari ini kita sudah selesaikan 1.357 dan 30.500 sekian sudah dalam proses pembangunan dan hampir selesai,” ujar Joao dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2). Ia menambahkan, pembangunan puluhan ribu gerai tersebut dirancang dengan skema waktu yang ketat agar target nasional dapat tercapai sesuai jadwal.

Joao memaparkan, rata-rata waktu pengerjaan fisik satu unit gerai KDMP ditetapkan sekitar 92 hari atau tiga bulan. Penetapan jadwal ini didukung perencanaan detail, mulai dari penyiapan lahan hingga konstruksi bangunan, agar proses di lapangan lebih terukur. “Karena dalam pembangunan koperasi ini kita sudah bikin time schedule‑nya, kita bikin kurva ES‑nya itu pembangunannya dilakukan selama 92 hari atau 3 bulan,” jelasnya.

Di sisi lain, Agrinas mengklaim pembangunan jaringan gerai KDMP dilakukan dengan pendekatan efisiensi anggaran tanpa mengurangi standar bangunan. Perusahaan pelat merah ini menyebut berhasil menekan indeks biaya konstruksi dari sebelumnya sekitar Rp5,8 juta per meter persegi menjadi Rp2,95 juta per meter persegi.

Menurut Joao, standar biaya tersebut diterapkan merata di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. “Itu kami lakukan pembangunan dari Sabang sampai Merauke dengan harga yang sama Rp2.958.000 per meter persegi. Dari situ saja kami sudah melakukan efisiensi mungkin sekitar Rp136 triliun,” ungkapnya. Klaim efisiensi ini menjadi salah satu poin penting dalam pelaksanaan proyek berskala nasional tersebut.

Proyek KDMP sendiri merupakan bagian dari program besar pemerintah untuk membangun 80 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia. Target ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Koperasi yang menargetkan Koperasi Desa Merah Putih beroperasi penuh pada akhir 2026, dengan pembangunan fisik rampung pada 2026.

Joao menyebut Agrinas optimistis dapat menuntaskan porsi pembangunan yang menjadi tanggung jawab perseroan sebelum akhir 2026. “Saya orang yang sangat optimistis dan saya yakin bahwa Koperasi Desa Merah Putih sebanyak 80 ribu ini akan kita selesaikan sebelum akhir tahun 2026,” tegasnya. Ia menilai dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, menjadi faktor kunci kelancaran proyek.

Seiring berjalannya pembangunan gerai KDMP, pemerintah juga menempatkan koperasi desa sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui jaringan gerai yang tersebar di desa dan kelurahan, KDMP diharapkan mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, menyalurkan sarana produksi, serta membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.

Dengan progres fisik yang terus dikebut serta penghematan biaya konstruksi yang diklaim signifikan, PT Agrinas Pangan Nusantara menjadi salah satu aktor utama dalam realisasi target 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih. Keberhasilan program ini ke depan akan menjadi tolok ukur efektivitas strategi pemerintah dalam memperkuat kedaulatan pangan dan memperluas akses layanan ekonomi hingga ke desa‑desa.

Baca Juga:
Joao Mota Akan Impor 105 Ribu Mobil India Dukung Koperasi Merah Putih

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*