Dana Kopdes Rp200 T: Agrinas Sudah Serap Rp90 T, Impor 105 Ribu Pikap India

PT Agrinas Pangan Nusantara sudah memakai Rp90 triliun dari dana Rp200 triliun Himbara untuk Kopdes Merah Putih, impor 105.000 pikap India dan target 80.000 gerai hingga 2026.
Direktur Utama Agrinas Pangan Joao Angelo (tengah) bersama jajaran saat konferensi pers pada Selasa (24/2/2026)

PT Agrinas Pangan Nusantara sudah memakai Rp90 triliun dari dana Rp200 triliun Himbara untuk Kopdes Merah Putih, impor 105.000 pikap India dan target 80.000 gerai hingga 2026.

JOSS.CO.ID, JAKARTA – PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkapkan sudah merealisasikan anggaran sekitar Rp90 triliun dari total dana Rp200 triliun yang dikucurkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Dana jumbo tersebut terserap untuk pembangunan gerai koperasi dan pengadaan sarana-prasarana, termasuk kendaraan operasional di berbagai daerah.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa kucuran dana Rp200 triliun dari Himbara diterima pada Oktober 2025 untuk mendukung percepatan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia. “Sampai hari ini mungkin kami sudah menghabiskan sekitar Rp90 triliun untuk sarana dan prasarana, termasuk kendaraan dan pembangunan fisik gerai-gerai Kopdes Merah Putih,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan armada niaga, Agrinas mengimpor 105.000 unit pikap utuh (completely built up/CBU) dari India sebagai kendaraan operasional Kopdes. Rinciannya, 35.000 unit Scorpio Pick Up dipasok Mahindra, sedangkan 70.000 unit lainnya terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit dari Tata Motors India.

Joao menyebut, lewat skema perdagangan dalam kerangka Asean–India Free Trade Area (AIFTA), Agrinas memperoleh harga hingga 50 persen lebih murah dibandingkan model sejenis di pasar domestik. Total anggaran pembelian kendaraan dari India mencapai sekitar Rp24,66 triliun, dan perusahaan mengklaim bisa menghemat belanja sampai Rp46,5 triliun dari keputusan impor 105.000 pikap tersebut.

Menurutnya, pengadaan kendaraan niaga berskala besar ini bersifat mendesak karena perusahaan sedang mengakselerasi pembangunan gerai koperasi pada tahun ini. Agrinas menargetkan 80.000 gerai Kopdes Merah Putih dapat selesai dibangun sebelum akhir 2026. “Saat ini kami telah membangun sekitar 30.712 gerai. Bangunan yang sudah berdiri sebanyak 1.357 gerai dan segera dioperasikan. Oleh karena itu, suplai kendaraan menjadi mendesak,” tegas Joao.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pengadaan 105.000 pikap untuk Kopdes Merah Putih dibiayai melalui pinjaman dari bank-bank Himbara, bukan langsung dari APBN. Pemerintah kemudian akan mencicil pinjaman tersebut sekitar Rp40 triliun per tahun selama enam tahun sebagai bagian dari belanja khusus untuk program Kopdes.

Purbaya menegaskan, skema ini tidak menambah risiko fiskal karena pembayaran cicilan diambil dari porsi Dana Desa yang memang sudah dianggarkan setiap tahun. “Tidak ada tambahan risiko fiskal karena tiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang Dana Desa. Jadi yang berubah hanyalah cara belanjanya,” jelasnya.

Baca Juga:
Efisiensi Rp136 T Proyek 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Agrinas Kebut 30 Ribu Gerai Lagi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*