Daftar 10 Negara Berutang Terbesar ke IMF 2026

Grafik ini menunjukkan kesenjangan signifikan antara tiga peminjam teratas dengan negara-negara lainnya, di mana Argentina sendiri menyumbang hampir 36% dari total utang 10 negara ini. Visualisasi ini cocok untuk artikel berita Anda di joss.co.id untuk mempermudah pembaca memahami distribusi utang IMF global.
Grafik ini menunjukkan kesenjangan signifikan antara tiga peminjam teratas dengan negara-negara lainnya, di mana Argentina sendiri menyumbang hampir 36% dari total utang 10 negara ini. Visualisasi ini cocok untuk artikel berita Anda di joss.co.id untuk mempermudah pembaca memahami distribusi utang IMF global.

Data resmi IMF 2026, Argentina utang $57 miliar, tertinggi di dunia, diikuti Ukraina $14 miliar dan Mesir $9 miliar, lihat daftar lengkap 10 negara.

JOSS.CO.ID – Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat rekor tertinggi kredit yang belum dilunasi dalam sejarahnya, dengan total 86 negara berutang sekitar SDR 118,9 miliar atau setara $162 miliar kepada lembaga keuangan global tersebut. Konsentrasi utang ini sangat tinggi, di mana tiga negara teratas—Argentina, Ukraina, dan Mesir—menyumbang hampir setengah dari total utang yang ada.

Posisi 10 Negara Peminjam Terbesar

Berdasarkan data terkini per awal 2026, berikut adalah daftar 10 negara dengan utang IMF terbesar:

1. Argentina

Argentina tetap menjadi peminjam terbesar IMF dengan utang mencapai SDR 41,8 miliar (sekitar $57 miliar). Pada Januari 2026, tercatat kredit IMF untuk Argentina mencapai 41,789 miliar. Negara Amerika Selatan ini memiliki sejarah panjang peminjaman berulang, dengan IMF menyetujui program ke-23 untuk Argentina pada April 2025 yang mencakup bailout $20 miliar.

2. Ukraina

Ukraina menempati posisi kedua dengan utang SDR 10,4 miliar (sekitar $14 miliar). Utang negara tersebut melonjak signifikan sejak invasi Rusia pada Februari 2022 yang menghancurkan ekonominya. Per Oktober 2025, Ukraina telah menerima $10,6 miliar dari paket Extended Fund Facility (EFF) senilai $15,5 miliar yang disetujui pada Maret 2023 untuk periode 2023-2027.

3. Mesir

Mesir berada di posisi ketiga dengan kredit outstanding SDR 6,9 miliar (sekitar $9 miliar). Utang negara ini berakar dari tingginya utang publik, defisit fiskal, kelangkaan cadangan devisa, dan inflasi tinggi yang persisten. Pada Maret 2025, IMF menyetujui pencairan $1,2 miliar setelah review keempat dari program reformasi ekonomi Mesir senilai $8 miliar.

4. Pakistan

Pakistan mencatat kredit IMF outstanding sekitar SDR 6 miliar (sekitar $7 miliar), menjadikannya salah satu peminjam terbesar di wilayah Asia Selatan. Rasio utang IMF terhadap GDP Pakistan tercatat 1,8%.

5. Ekuador

Ekuador memiliki utang IMF sebesar SDR 6 miliar (sekitar $6 miliar) dengan rasio terhadap GDP mencapai 4,9%. Negara Amerika Latin ini menghadapi tantangan ekonomi yang memerlukan dukungan berkelanjutan dari IMF.

6. Kolombia

Kolombia tercatat memiliki kredit outstanding kepada IMF sekitar $3 miliar dengan rasio utang IMF terhadap GDP sebesar 0,8%. Meski angkanya lebih rendah dibanding negara-negara di atas, Kolombia tetap masuk dalam daftar 10 peminjam terbesar.

7. Angola

Angola, negara Afrika dengan ekonomi berbasis minyak, memiliki utang IMF sebesar $3 miliar dengan rasio 3,2% terhadap GDP. Lima dari sepuluh negara peminjam terbesar IMF berasal dari benua Afrika, menunjukkan tantangan ekonomi signifikan di kawasan tersebut.

8. Kenya

Kenya tercatat berutang $3 miliar kepada IMF dengan rasio 2,8% terhadap GDP. Per Juni 2024, utang Kenya kepada IMF telah meningkat 245% dari $744 juta pada Agustus 2020.

9. Ghana

Ghana memiliki kredit outstanding sebesar $2 miliar kepada IMF, dengan rasio 2,6% terhadap GDP negara tersebut. Ghana merupakan salah satu negara Afrika yang sangat bergantung pada program IMF untuk stabilitas ekonomi.

10. Pantai Gading (Ivory Coast)

Pantai Gading melengkapi daftar 10 besar dengan utang IMF sebesar $2 miliar dan rasio 2,3% terhadap GDP. Negara Afrika Barat ini juga menghadapi tantangan pembangunan jangka panjang sambil memprioritaskan pembayaran utang.

Implikasi Global

Sepuluh negara peminjam terbesar ini secara kolektif menyumbang 73% dari total kredit outstanding IMF di seluruh dunia. Total kapasitas pinjaman IMF mencapai sekitar $1 triliun, yang bersumber dari negara-negara anggota yang lebih makmur dan stabil yang bertindak sebagai kreditor. Pada 2024, sekitar 50 negara kreditor secara kolektif memperoleh bunga sekitar $5 miliar dari kontribusi mereka.

Ketergantungan pada pendanaan IMF sering kali memaksa pemerintah untuk memprioritaskan pembayaran utang dan stabilitas makroekonomi di atas tujuan pembangunan jangka panjang seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

“Data berdasarkan laporan resmi IMF dan media internasional terpercaya per Februari 2026”.

Baca Juga:

PBB Terancam Bangkrut, Antonio Guterres Peringatkan Krisis Keuangan Mendesak

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*