Viral Bullying PPDS Unsri, Dokter Muda Diduga Diperas Senior hingga Nyaris Bunuh Diri

Viral Dokter Muda
Ilustrasi

Viral Kasus bullying PPDS Unsri terungkap, Dokter muda PPDS Mata diduga dibully dan diperas senior hingga nyaris bunuh diri. Kemenkes hentikan sementara program.

JOSS.CO.ID, PALEMBANG – Kasus dugaan perundungan (bullying) di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri) terungkap ke publik. Seorang dokter PPDS Mata yang menjalani pendidikan klinik di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang diduga menjadi korban bullying dan pemerasan oleh para seniornya.

Korban berinisial OM disebut mengalami tekanan berat selama menjalani pendidikan. Bahkan, dampak psikologis dari dugaan perundungan tersebut membuat korban nyaris mengakhiri hidup dan akhirnya memutuskan mundur dari program PPDS Mata Unsri.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghentikan sementara kegiatan PPDS Mata Unsri. Sementara itu, aparat kepolisian mulai melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dugaan Bullying dan Pemerasan terhadap Mahasiswa PPDS Mata Unsri

Seorang mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Mata Universitas Sriwijaya (Unsri) yang menjalani pendidikan klinik di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang dilaporkan mengalami dugaan perundungan.

Mahasiswa berinisial OM tersebut disebut menjadi target perlakuan tidak menyenangkan dari para senior. Dampak dari tindakan tersebut diduga membuat OM ingin mengakhiri hidup dan kemudian memilih mundur dari program PPDS di Unsri.

Selain tekanan psikologis, korban juga dikabarkan mengalami pemerasan. Dalam pengakuan yang beredar, korban disebut harus menanggung berbagai kebutuhan pribadi hingga gaya hidup seniornya.

“Korban harus menanggung uang kuliah, clubbing, party, hingga kebutuhan pribadi senior,” ungkap pihak RSMH.

Korban Diminta Biayai Gaya Hidup Mewah Senior

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa uang korban digunakan untuk membayar sejumlah kebutuhan para senior.

Mulai dari membayar semesteran hingga membiayai aktivitas hiburan seperti clubbing dan pesta, pembelian alat olahraga, sewa lapangan padel, sepeda, hingga kebutuhan terkait klub sepeda bola.

Selain itu, korban juga disebut membeli produk skincare senior serta menanggung biaya makan dan minum para senior selama beraktivitas.

Tekanan yang terus dialami korban disebut berlangsung dalam jangka waktu lama hingga berdampak serius pada kondisi mentalnya.

RSMH dan FK Unsri Lakukan Investigasi Internal

Pihak Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang bersama Fakultas Kedokteran (FK) Unsri menyatakan telah melakukan langkah investigasi internal terkait kasus dugaan bullying dan pemerasan tersebut.

Direktur Utama RSMH Palembang, Siti Khalimah, mengungkapkan pada Selasa (13/1/2026) bahwa sejumlah tindakan administratif telah dikeluarkan oleh pihak fakultas.

“FK telah mengeluarkan Surat Peringatan (SP) kepada para pelaku,” tegas Siti Khalimah.

Menurutnya, benturan relasi antara senior dan junior di lingkungan PPDS menjadi latar belakang munculnya dugaan perundungan tersebut.

“Untuk jumlah pelaku saya kurang tahu tapi ini antara senior dan junior di lingkungan PPDS. FK Unsri telah memanggil para pelaku dan sudah memberikan SP,” katanya.

Khalimah menambahkan bahwa pihak rumah sakit tidak mengetahui secara rinci seluruh bentuk sanksi yang diberikan oleh FK Unsri kepada para terduga pelaku.

Kemenkes Hentikan Sementara PPDS Mata Unsri, Polisi Turun Tangan

Sebagai langkah antisipatif, Kementerian Kesehatan menghentikan sementara kegiatan PPDS Mata Unsri. Kebijakan ini diambil guna memastikan proses pendidikan dokter berjalan aman dan bebas dari praktik kekerasan maupun perundungan.

Di sisi lain, aparat kepolisian mulai menyelidiki dugaan tindak pidana dalam kasus ini, termasuk indikasi pemerasan dan tekanan psikis terhadap korban.

Kasus bullying PPDS Unsri ini menambah daftar panjang persoalan kekerasan dalam pendidikan kedokteran dan menjadi sorotan publik terkait perlunya reformasi sistem pendidikan PPDS di Indonesia.

Baca Juga:

Viral Open BO Berujung Maut, Pria di Malang Tikam PSK Enam Kali

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*