OJK Ingatkan Gen Z Tak Jadikan Saham Transaksi Jangka Pendek

OJK Ingatkan Gen Z Tak Jadikan Saham Transaksi Jangka Pendek
Ilustrasi

JOSS.CO.ID, JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar meminta investor muda, khususnya generasi Z (Gen Z), untuk tidak memandang pasar saham hanya sebagai sarana transaksi jangka pendek semata.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahendra dalam seremoni pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/1/2025). Ia menilai, peran investor muda sangat besar dalam membentuk ekosistem pasar modal yang sehat dan berkelanjutan.

“Lebih dari 70% investor ritel kita diantaranya adalah Gen Y dan Gen Z. Sehingga investor ritel kita tidak melihat pasar saham sebagai transaksi perdagangan harian yang semata-mata mengejar kekayaan dalam jangka pendek,” ujar Mahendra.

Mahendra menekankan bahwa pasar saham seharusnya dipahami sebagai instrumen investasi yang memiliki peran strategis dalam jangka menengah hingga panjang. Dengan perspektif tersebut, pasar modal dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan keuangan investor secara berkelanjutan.

“Justru menjadikannya salah satu sumber pendanaan untuk jangka menengah dan panjang dalam meningkatkan kesejahteraan keuangan mereka,” kata Mahendra.

Lebih lanjut, Mahendra mengungkapkan bahwa partisipasi investor ritel di pasar modal terus menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data terbaru, porsi transaksi investor ritel melonjak dari 38% pada akhir 2024 menjadi 50%.

Menurutnya, peningkatan tersebut harus diimbangi dengan penguatan literasi dan edukasi keuangan agar partisipasi investor ritel tetap sehat dan berkelanjutan. OJK menilai edukasi yang tepat akan membantu investor memahami risiko serta potensi pasar modal secara lebih komprehensif.

“Penguatan literasi dan edukasi yang lebih masif, targetif, dan berkualitas menjadi sangat krusial untuk memastikan partisipasi investor ritel yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

OJK bersama BEI dan pemangku kepentingan lainnya terus mendorong peningkatan literasi pasar modal, khususnya bagi generasi muda, agar pertumbuhan jumlah investor sejalan dengan kualitas pemahaman dan pengelolaan risiko investasi.

Baca Juga:

Saham WIKA Terancam Delisting, Investor Global Berisiko Gigit Jari

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*