Luhut Bantah Isu Keterlibatan di PT Toba Pulp Lestari

Luhut Bantah Isu Keterlibatan di PT Toba Pulp Lestari
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

JOSS.CO.ID – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membantah isu mengenai keterlibatan ataupun kepemilikannya di PT Toba Pulp Lestari (TPL), perusahaan yang disebut-sebut bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang memperparah banjir di Sumatera.

“Sehubungan dengan beredarnya berbagai informasi yang simpang siur di media sosial maupun ruang publik, kami sampaikan informasi tersebut adalah tidak benar,” kata juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025.

Jodi menegaskan bahwa Luhut tidak memiliki, terafiliasi, maupun terlibat dalam bentuk apa pun, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan Toba Pulp Lestari. “Setiap klaim yang beredar terkait kepemilikan atau keterlibatan beliau merupakan informasi yang keliru dan tidak berdasar,” ujarnya.

Menurut Jodi, Luhut sebagai pejabat negara selalu konsisten mematuhi seluruh ketentuan perundang-undangan terkait transparansi, etika pemerintahan, dan pengelolaan potensi konflik kepentingan. Ia menambahkan bahwa Luhut terbuka terhadap proses verifikasi fakta dan mendorong publik merujuk pada sumber informasi yang kredibel.

Jodi juga mengimbau semua pihak untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi serta mengedepankan etika dalam ruang digital demi mencegah kesalahpahaman dan disinformasi.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara menyebut tujuh perusahaan bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang diduga memperparah banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah dan Sibolga, Sumatera Utara, pada akhir November lalu. Salah satu perusahaan yang disebut adalah PT Toba Pulp Lestari Tbk.

Menurut catatan Walhi, lokasi terparah banjir terjadi di kawasan Ekosistem Harangan Tapanuli atau Batang Toru, hutan tropis yang menjadi penyangga hidrologis utama dan pusat daerah aliran sungai (DAS) di Sumatera Utara. Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Rianda Purba, menilai operasi industri skala besar telah merusak ekosistem tersebut, dengan menuding perusahaan tambang, energi, dan perkebunan membuka hutan secara masif.

“Citra satelit menunjukkan hutan gundul di kawasan banjir. Ini bencana ekologis akibat intervensi manusia,” kata Rianda dalam keterangan tertulis, Sabtu, 29 November 2025.

Pihak PT Toba Pulp Lestari Tbk membantah tuduhan tersebut. Corporate Secretary Toba Pulp Lestari, Anwar Lawden, menyatakan bahwa perusahaan tidak memiliki keterkaitan dengan penyebab bencana. “Perseroan menghormati pendapat publik, namun informasi yang disampaikan harus berdasarkan data yang dapat diverifikasi. Kami tetap membuka ruang dialog konstruktif,” kata Anwar dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 2 Desember 2025.

Baca Juga:

Toba Pulp Lestari Bantah Jadi Penyebab Banjir Dahsyat di Sumatra

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*