Banjir dan Longsor di Sumatera: Korban Meninggal Bertambah Menjadi 442 Orang, 402 Masih Hilang

Update Terbaru Banjir dan Longsor di Sumatera
Foto udara kerusakan masjid kecamatan dan Pos TNI/Polri pascabanjir bandang di Desa Blang Meurandeh, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Minggu (30/11/2025). Bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11) berdampak rusaknya jembatan penghubung lintas tengah, ruas jalan lintas antar desa, tiga unit sekolah, bangunan masjid kecamatan, bangunan pos TNI/Polri serta 250 rumah warga hilang terbawa arus. (ANTARA FOTO)

JOSS.CO.ID – Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Minggu (30/11/2025), total 442 warga meninggal dunia, sementara 402 orang masih hilang.

Data tersebut merupakan akumulasi dari tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Informasi ini disampaikan Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers pada Minggu malam.

Situasi di Aceh

Di Aceh, jumlah korban meninggal dilaporkan meningkat menjadi 96 orang, sedangkan 75 warga masih dinyatakan hilang.

“Per hari ini Aceh, Aceh korban jiwa jadi 96 dan 75 hilang ya,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring.

Korban tersebar di 11 kabupaten/kota dari total 18 kabupaten/kota terdampak di provinsi tersebut.

Ia juga memastikan bahwa Kota Langsa, yang sebelumnya menjadi perhatian publik, kini sudah dapat diakses dan tidak ditemukan korban meninggal.

“Dan ternyata di sana tidak ada korban jiwa ya. Jadi artinya mudah-mudahan ini berita yang baik ya,” ujarnya.

Sumatera Utara: Korban Terbanyak

Dari tiga provinsi terdampak, Sumatera Utara mencatat jumlah korban meninggal terbesar, yaitu 217 jiwa, sementara 209 orang masih hilang.

“Jadi, korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 jiwa ya, yang meninggal dunia. Kemudian 209 yang masih hilang,” kata Suharyanto.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar korban ditemukan di Kabupaten Tapanuli Selatan, seiring operasi pencarian yang terus diperluas.

Jumlah pengungsi juga meningkat signifikan karena banyak warga yang sebelumnya mengungsi secara mandiri kini berpindah ke lokasi pengungsian resmi.

“Jadi, masyarakat yang tadinya mengungsi mandiri ini masuk ke titik-titik pengungsian. Sehingga jumlah pengungsi ini juga bertambah,” ucapnya.

Sumatera Barat Mulai Pulih

Di Sumatera Barat, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 129 orang, sementara 118 warga masih hilang.

“Jadi, Sumatera Barat itu dibandingkan Sumatera Utara dan Aceh, sekarang sudah lebih pulih, sudah lebih pulih di hari ketiga ini. Apalagi sekarang sudah tidak ada hujan ya,” jelas Suharyanto.

Sebagian pengungsi dilaporkan sudah mulai kembali ke rumah pada siang hari untuk membersihkan area yang terdampak. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak, yaitu 87 meninggal dan 76 masih hilang.

Pencarian dan Distribusi Logistik Masih Berlangsung

BNPB menegaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung di seluruh wilayah terdampak. Distribusi logistik dilakukan melalui berbagai skema, diiringi upaya membuka akses transportasi darat yang hingga kini masih terputus di sejumlah titik.

Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk mempercepat evakuasi, pemulihan, dan penanganan para pengungsi yang jumlahnya telah mencapai puluhan ribu orang.

Baca Juga: Banjir Bandang Gayo Lues: Akses Terputus dan Stok Sembako Menipis

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*