Banjir Bandang Gayo Lues: Akses Terputus dan Stok Sembako Menipis

Bupati Gayo Lues menyampaikan perkembangan penanganan bencana di wilayahnya. (Foto: Dok. Pemkab Gayo Lues).
Bupati Gayo Lues menyampaikan perkembangan penanganan bencana di wilayahnya. (Foto: Dok. Pemkab Gayo Lues).

Banjir bandang melanda 95% wilayah Gayo Lues, memutus seluruh akses darat dan membuat stok sembako menipis hanya bertahan 1–2 hari. Ribuan warga mengungsi.

JOSS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melaporkan kondisi darurat yang semakin parah setelah banjir bandang melanda hampir seluruh wilayah dalam beberapa hari terakhir. Selain akses jalan yang masih terputus total, persediaan bahan pokok disebut hanya mencukupi untuk satu hingga dua hari ke depan.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyatakan bahwa dampak bencana masih sangat serius dan pemerintah daerah tidak mampu menangani sepenuhnya situasi yang terjadi.

“Pasca terjadinya banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues beberapa hari yang lalu hingga hari ini masih terasa dampaknya yang sangat serius dan sudah dipastikan bahwa kami pemerintah daerah Kabupaten Gayo Lues tidak mampu untuk melakukan penanganan terhadap bencana banjir yang telah terjadi di Kabupaten Gayo Lues ini,” kata Suhaidi dalam laporannya, Minggu (30/11/2025).

Menurut laporan yang disampaikan, banjir bandang berdampak pada sekitar 95 persen wilayah kabupaten tersebut. Tiga warga dilaporkan meninggal dunia, sementara jumlah pengungsi mencapai 5.653 orang dari 2.061 kepala keluarga. Selain itu, sebanyak 1.320 unit rumah dilaporkan rusak.

Akses jalan menuju Gayo Lues kini lumpuh total. Suhaidi menegaskan bahwa seluruh jalur darat tidak dapat dilalui.

“Akses menuju Kabupaten Gayo Lues itu semuanya terputus baik dari Aceh Tenggara, Aceh Tengah dan Aceh Timur, semuanya terputus. Jadi kondisi hari ini Gayo Lues terkurung,” ujarnya.

Kondisi tersebut menyebabkan distribusi bahan pangan dan kebutuhan pokok tidak dapat masuk ke wilayah terdampak. Selama ini, suplai sembako bergantung pada jalur dari Sumatera Utara melalui Aceh Tenggara.

“Kami khawatir pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk keberadaan sembako yang tersedia menipis di Kabupaten Gayo Lues. Mungkin prediksi kami 1 atau 2 hari ke depan sembako masih bisa tercukupi, tetapi kami khawatir untuk beberapa hari ke depan ini sembako akan tidak terpenuhi,” kata Suhaidi.

Selain terputusnya akses, Gayo Lues juga mengalami gangguan listrik dan komunikasi. Sekitar 90 persen wilayah kini gelap total akibat aliran listrik yang terputus, mengakibatkan jaringan internet dan telepon seluler hilang. Kondisi ini membuat proses koordinasi dan pelaporan bantuan menjadi sangat terhambat.

Di sektor infrastruktur, lima rumah ibadah mengalami kerusakan berat. Sementara itu, 29 jembatan — sebagian besar berjenis rangka besi — dilaporkan hanyut atau rusak parah akibat terjangan banjir.

Baca Juga: Banjir Sumatera: Komisi IV DPR Panggil Kemenhut Bahas Kayu Gelondongan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*