Update BNPB: Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Update BNPB: Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Foto udara sejumlah rumah diterjang banjir bandang di kawasan Gunung Nago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). Banjir bandang terjadi pada Jumat (28/11/2025) dini hari dan semakin meluas akibat jebolnya bendungan Gunung Nago di Pauh, sehingga mengakibatkan jembatan putus, sejumlah rumah rusak dan warga mengungsi. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/sgd

JOSS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatera. Hingga Sabtu (29/11) sore, tercatat korban meninggal dunia di Sumatera Utara (Sumut) mencapai 166 orang, Aceh 47 orang, dan Sumatera Barat (Sumbar) 90 orang. Selain itu, ratusan warga masih dinyatakan hilang.

Update tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers pada Sabtu (29/11) sore. Suharyanto menyebutkan bahwa proses pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan di seluruh wilayah terdampak.

Aceh: 47 Orang Meninggal Dunia, 51 Masih Hilang

BNPB melaporkan adanya penambahan korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh dengan total 47 orang. Kepala BNPB menyatakan:

“Aceh per sekarang ada penambahan korban. Yang pertama untuk korban jiwa meninggal dunia ada 47, 51 masih hilang, 8 luka-luka,” kata Kepala BNPB Suharyanto di akun YouTube BNPB, Sabtu (29/11/2025).

Rincian korban di Aceh:

  • Aceh Tengah: 16 meninggal dunia, 2 hilang
  • Bener Meriah: 12 meninggal dunia, 13 hilang
  • Aceh Tenggara: 7 meninggal dunia, 25 hilang, 5 luka-luka
  • Pidie Jaya: 4 meninggal dunia, 4 hilang
  • Bireuen: 4 meninggal dunia
  • Gayo Lues: 2 meninggal dunia, 4 hilang
  • Subulussalam: 1 meninggal dunia
  • Lhokseumawe: 1 meninggal dunia, 3 hilang
  • Aceh Tamiang: 3 luka-luka

Sumatera Utara: 166 Orang Meninggal Dunia, 143 Masih Hilang

Suharyanto menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia di Sumut bertambah signifikan menjadi 166 orang.

“Sumatera Utara korban jiwa yang kemarin 116 jiwa sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia,” ujarnya dalam jumpa pers daring.

Ia menambahkan:
“Artinya dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas.”

BNPB juga mencatat 143 warga Sumut masih hilang yang tersebar di delapan wilayah terdampak.

“Kemudian 143 jiwa yang masih hilang. Rinciannya banyak. Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, Papak Barat dan Mandailing Natal. Tidak ada perubahan Kabupaten/Kota yang terdampak masih 8,” jelas Suharyanto.

Sumatera Barat: 90 Orang Meninggal Dunia, 85 Masih Hilang

Di Sumbar, BNPB melaporkan total 90 korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor.

“Untuk Padang meningkat, justru sekarang nomor dua yang meninggal dunia setelah Sumut korban jiwanya, ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang, 10 luka-luka, ini tambahan yang meninggal dunia baru dilaporkan hari ini itu ada tambahan di Kabupaten Agam,” kata Suharyanto.

Rincian korban di Sumbar:

  • Kabupaten Agam: 74 meninggal dunia, 78 hilang
  • Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang, 1 luka
  • Kota Padang Panjang: 7 meninggal, 3 luka
  • Kota Padang: 5 meninggal
  • Solok: 1 meninggal
  • Tanah Datar: 2 meninggal dunia, 1 hilang, 4 luka

BNPB memastikan proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan di seluruh provinsi terdampak. Pemerintah daerah serta berbagai lembaga terkait juga turut menyalurkan bantuan dan dukungan bagi para korban.

Baca Juga: BPBD Agam: Korban Tewas Banjir dan Longsor Capai 86 Orang, 88 Masih Hilang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*