BPBD Agam: Korban Tewas Banjir dan Longsor Capai 86 Orang, 88 Masih Hilang

BPBD Agam: Korban Tewas Banjir dan Longsor Capai 86 Orang, 88 Masih Hilang
Banjir-longsor di Agam (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

JOSS.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut mencapai 86 orang. Selain itu, 88 warga masih dinyatakan hilang hingga Jumat (28/11) malam.

“Ini update data pada Jumat (28/11) malam,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono, dilansir Antara, Sabtu (29/11/2025).

Sebaran Korban Meninggal

Rahmat menjelaskan bahwa 86 korban meninggal tersebar di lima kecamatan. Di Kecamatan Malalak, banjir bandang melanda Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, menewaskan 10 orang atas nama Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, dan Ernawati.

Di Kecamatan Tanjung Raya, tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko, mengakibatkan dua korban jiwa atas nama Safarudin dan Emninar. Sementara di Kecamatan Matur, satu korban meninggal bernama Rajibah ditemukan akibat longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak.

Korban terbanyak berada di Kecamatan Palembayan, dengan total 74 orang. Rinciannya yakni:

  • Jorong Koto Alam: 21 orang atas nama Rika, Mawar, Manik, Ranti, Aisyah, Sinyur, Erik, Siaih, Siem, Agusri, Khaidir, Revan, Zara, Uci Suna, Kasmawati, Safarudin, Nabila, Iwik, Widya Ningsih, Nalla, dan Nabila.
  • Jorong Sumbarang: 16 orang atas nama Zahara, Iyen, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Aguih, Azam, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih, dan Sidan.
  • Kampuang Tangah: 7 orang atas nama Befriana, Rumi, Asmawati, Jun, Edi Ajo, Bustaman, dan Leni.
  • Jorong Kampung Tangah Timur: 9 orang atas nama Memet, Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi, Alif, Yurboy, Pudin, dan Safianti.

“Jasad korban telah ada dimakamkan di makam keluarga,” ujar Rahmat.

88 Korban Masih Hilang

BPBD Agam juga mencatat 88 warga belum ditemukan. Mereka tersebar di beberapa lokasi, yaitu:

  • Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur: 7 orang
  • Warga Sikabu, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung: 1 orang
  • Ariki, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya: 2 orang
  • Salareh Aia, Kecamatan Palembayan: 78 orang

“Masih banyak korban belum ditemukan dan berharap bisa ditemukan dalam waktu dekat,” katanya.

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pagi ini melibatkan BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Satpol PP Agam, Dinas Sosial Agam, PMI Agam, KSB, pemerintah kecamatan, nagari, dan berbagai unsur lainnya.

Selain mencari korban, tim gabungan juga mengevakuasi warga yang terisolasi akibat akses jalan terputus.

Kesaksian Warga

Eki, salah seorang warga Salareh Aia, mengisahkan detik-detik saat banjir bandang terjadi pada Kamis (27/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Ia mendengar suara gemuruh keras sebelum air bah tiba.

Saat keluar rumah, ia melihat warga berlarian menyelamatkan diri. Tak lama kemudian, banjir bandang menghancurkan sejumlah rumah.

“Saya dan keluarga mencari lokasi aman sehingga terhindar dari bencana tersebut. Usai bencana saya mencoba membantu warga yang menjadi korban,” kata Eki.

Operasi pencarian dan penanganan darurat masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*