Pro Kontra Film “Timur” Iko Uwais: Antara Tuduhan Propaganda dan Apresiasi

Iko Uwais di film Timur [Instagram]
Iko Uwais di film Timur [Instagram]

JOSS.CO.ID – Rencana perilisan film laga terbaru yang disutradarai dan dibintangi Iko Uwais, “Timur“, pada 18 Desember 2025 mendatang, memantik perdebatan sengit di kalangan warganet.

Poster film yang menampilkan aktor laga kenamaan tersebut dengan latar adegan pertempuran di hutan belantara sukses menarik perhatian publik. Namun, kehadiran poster itu juga memicu kontroversi di media sosial.

Terinspirasi dari Operasi Mapenduma

Film “Timur” disebut terinspirasi dari peristiwa nyata Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma pada tahun 1996. Operasi militer tersebut dipimpin oleh Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus.

Keterkaitan cerita film dengan figur sang presiden inilah yang menjadi pangkal munculnya pro dan kontra di tengah masyarakat.

Tuduhan Propaganda

Sebagian warganet menuding film “Timur” sebagai karya propaganda yang bertujuan untuk mengangkat citra Prabowo Subianto.

Salah satu cuitan dari akun @sethrash666 yang berbunyi, “Film propaganda. Nggak usah ditonton,” menjadi viral dan memicu beragam reaksi.

Cuitan tersebut kemudian ditanggapi oleh akun @roman_kherzakov yang menulis, “Dibuat seolah-olah peduli, padahal mah ngeruk alamnya, penduduk adatnya di kriminalisasi. Terusir, terasingkan, sumber pangannya dihabisi.”

Pernyataan-pernyataan ini menandakan adanya kekhawatiran bahwa film tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk glorifikasi terhadap operasi militer yang masih menyisakan luka sejarah bagi sebagian pihak.

Dukungan dan Antusiasme

Di sisi lain, banyak juga warganet yang menyambut film ini dengan antusias, terutama karena keterlibatan Iko Uwais, aktor laga yang telah dikenal di kancah internasional.

Sebagian penonton memilih untuk memandang film “Timur” sebagai karya seni dan hiburan semata, tanpa perlu mengaitkannya dengan isu politik.

Akun @DonnieAlegra menulis, “Nggak peduli mau propaganda atau propatunggal. Pengin nonton karena ada Iko Uwaisnya.”

Senada dengan itu, @Mahardika174 menyampaikan pendapatnya, “Nikmati aja sebagai hiburan. Urusan katanya diambil dari kisah nyata, iyain aja, atau bahkan sebodo amat. Gue sih lebih pengin nonton untuk menikmati koreografi fight-nya, bukan soal Kopassusnya.”

Klarifikasi Iko Uwais

Menanggapi kontroversi tersebut, Iko Uwais dalam beberapa kesempatan menjelaskan bahwa film ini tidak akan menampilkan secara gamblang sosok Prabowo Subianto.

Menurutnya, “Timur” akan berfokus pada aspek heroisme dan patriotisme para prajurit, bukan pada figur tertentu.

Iko juga menegaskan bahwa film ini terinspirasi dari kejadian nyata, namun bukan merupakan film dokumenter yang menceritakan ulang peristiwa secara mendetail.

Pro dan kontra yang muncul menjelang perilisan film “Timur” menunjukkan bagaimana karya seni dapat memicu diskusi publik, terutama ketika menyentuh aspek sejarah dan politik.

Meski sebagian menudingnya sebagai propaganda, sebagian lain melihatnya sebagai karya hiburan yang layak diapresiasi.
Waktu akan menjawab bagaimana publik menilai film “Timur” setelah resmi dirilis pada 18 Desember 2025.

Baca Juga: Sandra Dewi Ajukan Keberatan Atas Penyitaan Aset

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*