
Bobibos tengah menjadi sorotan publik setelah muncul klaim bahwa bahan bakar nabati berbasis jerami ini mampu menyaingi bahkan melampaui performa BBM fosil. Menggunakan teknologi bioenergi, Bobibos menawarkan RON 98, emisi mendekati nol, dan harga yang lebih ekonomis. Banyak pihak kemudian mempertanyakan, benarkah Bobibos lebih unggul dibanding bahan bakar konvensional seperti Pertamax Turbo atau solar fosil?
Bahan bakar alternatif Bobibos merupakan inovasi dari PT Inti Sinergi Formula yang diperkenalkan pada Minggu, 2 November 2025 di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Produk ini dikembangkan dari limbah pertanian, terutama jerami, yang selama ini sering dibakar pascapanen.
Melansir laporan Antara pada Jumat, 14 November 2025, Bobibos merupakan singkatan dari “Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos.” Termasuk dalam kategori Bahan Bakar Nabati (BBN), Bobibos dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin bersama tim risetnya.
Proses Produksi Berbasis Bioenergi
Informasi dari akun Instagram resminya menyebutkan bahwa Bobibos diproses melalui teknologi bioenergi dengan tambahan “suntikan serum khusus.” Jerami kemudian diubah menjadi bahan bakar berperforma tinggi, setara dengan Research Octane Number (RON) 98, namun tetap ramah lingkungan.
Bobibos Diklaim Lebih Ramah Lingkungan
Selain menawarkan oktan yang tinggi, Bobibos juga diklaim mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol. Klaim ini membuatnya dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.
Inovasi ini lahir dari keinginan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Selama lebih dari satu dekade, Ikhlas Thamrin melakukan riset mandiri untuk mencari alternatif energi berbasis bahan baku lokal.
Jerami dipilih karena ketersediaannya yang melimpah serta efisiensi proses produksinya. Dengan bahan baku lokal, biaya produksi dapat ditekan dan harga jual Bobibos ditargetkan lebih kompetitif dibandingkan bahan bakar konvensional.
Buka Peluang Ekonomi Baru untuk Petani
Penggunaan jerami sebagai bahan baku Bobibos juga membuka peluang ekonomi tambahan bagi petani. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk bernilai jual sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Dua Varian Bobibos untuk Berbagai Keperluan
Bobibos diproduksi dalam dua varian, yaitu bensin dan solar. Keduanya dapat digunakan pada sepeda motor, mobil, traktor, kapal nelayan, hingga mesin industri rakyat. Fleksibilitas ini menjadi salah satu nilai tambah dalam penggunaannya di berbagai sektor.
Keunggulan Bobibos Dibandingkan BBM Fosil
Berikut beberapa keunggulan yang ditawarkan Bobibos:
- Nilai oktan tinggi: Memiliki RON 98,1, lebih tinggi dari bahan bakar RON 98 atau Pertamax Turbo.
- Efisiensi jarak tempuh: Kendaraan disebut mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan penggunaan solar biasa.
- Rendah emisi: Teknologi pengolahan Bobibos diklaim mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol.
- Performa stabil: Uji lapangan menunjukkan mesin bekerja lebih ringan dan lebih hemat bahan bakar.
- Harga ekonomis: Harga Bobibos ditargetkan lebih murah dibandingkan bahan bakar RON 98.
- Bahan baku lokal: Menggunakan limbah pertanian untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
- Produksi terdesentralisasi: Dapat dikembangkan di berbagai wilayah untuk menekan biaya distribusi dan mengurangi ketergantungan impor.

Leave a Reply