
JOSS.CO.iD, BALI — Keluarga asal Queensland, Australia, tengah berduka usai kehilangan putra mereka, Byron Haddow (23), yang meninggal dunia saat berlibur di Bali pada 26 Mei 2025, Duka itu kian bertambah ketika jasad Byron turis tersebut dipulangkan ke Australia tanpa jantung.
Jasad Pulang Setelah Empat Minggu
Byron ditemukan tak sadarkan diri di kolam renang sebuah vila di Bali. Ia kemudian dinyatakan meninggal dengan dugaan tenggelam. Jenazahnya dikirim ke Australia hampir empat minggu setelah kematian.
Setibanya di Queensland, keluarga memutuskan melakukan otopsi kedua. Dari situlah mereka mendapati bahwa organ jantung Byron tidak ikut dipulangkan.
Keluarga Terkejut
Orang tua Byron menyampaikan keterkejutan dan kekecewaan melalui kuasa hukum mereka. Mereka menyebut tidak pernah diberi penjelasan atau diminta persetujuan terkait pengambilan organ tersebut.
“Hanya dua hari sebelum pemakaman, kami diberitahu bahwa jantungnya diambil dan ditinggalkan di Bali. Itu tanpa izin, tanpa alasan hukum maupun moral,” kata keluarga, dikutip dari People, Selasa (23/9/2025).
Ibunda Byron, Chantal Haddow, mengatakan awalnya mereka merasa lega bisa memakamkan anaknya dengan layak. Namun, kabar hilangnya jantung membuat perasaan itu berubah menjadi luka baru.
Upaya Mengembalikan Jantung
Keluarga Haddow bersikeras membawa pulang jantung putra mereka. Namun, proses itu memakan waktu berbulan-bulan dan memerlukan biaya sekitar USD 700 atau setara Rp10 juta. Jantung turis Byron tersebut akhirnya tiba di Australia setelah proses pemakaman selesai.
“Kami hanya ingin putra kami utuh, dan bisa mengucapkan perpisahan dengan layak,” ucap Chantal.
Proses di Bali Dipertanyakan
Keluarga juga mengkritik respons dari pihak terkait di Indonesia. Mereka menyebut ada keterlambatan informasi dan kurangnya transparansi mengenai prosedur otopsi.
“Kami terus mengalami penundaan, kebohongan setengah-setengah, dan keheningan,” ujar keluarga melalui pernyataan resmi.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang di Indonesia mengenai alasan pengambilan organ tersebut.
Kronologi di Bali
Menurut laporan, Byron ditemukan tidak sadarkan diri di kolam renang vila. Kematian baru dilaporkan kepada kepolisian empat hari kemudian. Saat aparat tiba di lokasi, kondisi tempat kejadian sudah tidak steril.
Jenazah lalu dibawa ke rumah sakit swasta. Surat kematian menyebut kemungkinan penyebabnya adalah tenggelam. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pengurus jenazah di Bali sebelum dipulangkan ke Australia.
Sorotan Media Internasional
Kasus ini mendapat liputan luas di Australia dan Amerika Serikat. Media internasional menyoroti prosedur penanganan jenazah warga asing di Indonesia yang dianggap tidak transparan.
Keluarga Haddow menegaskan akan terus mencari kejelasan, bukan hanya untuk mereka sendiri, tetapi agar peristiwa serupa tidak dialami keluarga lain di masa depan.

Leave a Reply