Pemerintah Bahas Proyek Kereta Semi Cepat Jakarta–Surabaya dengan Investor Jepang

Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi

JOSS.CO.ID, Jakarta – Pemerintah mulai membahas rencana pembangunan kereta semi cepat Jakarta–Surabaya bersama investor asal Jepang. Meski demikian, belum ada keputusan apakah proyek akan melanjutkan rute kereta cepat Jakarta–Bandung atau membangun jalur baru.

Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi menyatakan, pemerintah juga mempertimbangkan proposal perpanjangan jalur kereta cepat Jakarta–Bandung dari investor asal Cina. Menurut Dudy, pemerintah akan memilih penawaran terbaik dari kedua pihak.

“Investor Jepang memiliki sejumlah persyaratan dalam proyek kereta semi cepat. Sementara pembicaraan dengan investor Cina belum mengerucut. Kami masih mengkaji jalur yang akan digunakan untuk proyek Jakarta–Surabaya,” ujarnya di Jakarta Pusat, Kamis (14/8).

Dudy menambahkan, pihaknya telah mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kereta Cepat kepada Presiden Prabowo Subianto, sesuai permintaan investor Cina. Presiden dikabarkan telah menerima usulan tersebut melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Satgas serupa terakhir dibentuk pada 2023 untuk mempercepat uji coba kereta cepat Jakarta–Bandung. Kali ini, pembentukan Satgas bertujuan mempercepat koordinasi antarinstansi demi kelancaran proyek.

Meski jalur kereta cepat Jakarta–Surabaya belum ditetapkan, pemerintah memastikan komitmennya.

“Presiden sudah menginstruksikan kajian perpanjangan kereta cepat ke Surabaya. Kami sedang menimbang pilihan jalur utara, selatan, atau tengah,” jelas Dudy.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal, menjelaskan bahwa jalur kereta semi cepat berbeda dengan rel Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang dioperasikan dengan layanan Whoosh. Kajian tengah mempertimbangkan dua alternatif rute, yakni jalur utara dan jalur selatan.

Proyek ini diproyeksikan bisa dijalankan melalui skema investasi penuh oleh swasta atau kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Investor akan menangani pra-studi kelayakan, studi kelayakan, hingga pembiayaan konstruksi.

Kemenhub menargetkan studi kelayakan rampung akhir 2024 sehingga konstruksi dapat dimulai pada masa pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.

Jika terealisasi, kereta cepat Jakarta–Surabaya akan memangkas waktu tempuh dari 10 jam menjadi sekitar 3,5 jam, dengan tarif yang diklaim lebih terjangkau dibandingkan layanan Whoosh.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*