
JOSS.CO.ID, SEMARANG – Partai Golkar Kota Semarang resmi memiliki ketua baru. Erry Sadewo kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kota Semarang periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Hotel Novotel, Rabu (27/8/2025).
Pemilihan ini dihadiri pimpinan Golkar tingkat kecamatan, kelurahan, organisasi pendiri, hingga ormas sayap partai. Dukungan bulat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa konsolidasi internal partai kuning di Semarang terus menguat.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menegaskan bahwa setelah terpilih, Erry Sadewo harus segera tancap gas. Konsolidasi struktur kepengurusan hingga tingkat kelurahan wajib diselesaikan maksimal awal 2026.
“Segera lakukan konsolidasi dari tingkat kecamatan hingga kelurahan. Target konsolidasi harus selesai pada awal tahun 2026,” ujar Mohammad Saleh dalam sambutannya.
Konsolidasi partai hingga ke level akar rumput dianggap sangat vital alasannya adalah untuk memperkuat persatuan internal agar kader solid menghadapi dinamika politik, meningkatkan solidaritas antaranggota demi menghadapi tantangan Pemilu 2029, mempastikan kesiapan partai dalam merespons isu-isu nasional maupun lokal, mendorong kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat Semarang dan menjaga kebersamaan agar tidak terpecah dalam kompetisi politik.
Menurut Mohammad Saleh, kekuatan partai politik terletak pada keseriusan membangun basis hingga ke tingkat paling bawah. Tanpa konsolidasi menyeluruh, partai bisa goyah saat menghadapi pertarungan elektoral.
Selain konsolidasi, Mohammad Saleh yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah menekankan pentingnya regenerasi. Ia mengingatkan agar kepengurusan Golkar Kota Semarang periode 2025–2030 mengombinasikan kader senior dan yunior.
Namun, porsi kader muda harus lebih besar. Hal ini disesuaikan dengan demografi pemilih di Pemilu mendatang, di mana 55 persen pemilih berusia 17–30 tahun.
“Kita ingin adanya kaderisasi. Ketuanya boleh senior, tapi pengurus lain harus banyak yang muda. DPD Golkar Jateng sudah memberi contoh dalam kepengurusannya, yakni 70 persen berusia 20–50 tahun dan 30 persen lainnya berusia 50 tahun ke atas,” jelas Mohammad Saleh.
Usai terpilih, Erry Sadewo menegaskan kesiapannya mengemban amanat lima tahun ke depan. Menurutnya, kebersamaan seluruh kader adalah kunci membesarkan Partai Golkar di Kota Semarang.
“Harapan saya, mari kita saling bekerja sama, saling mengisi, dan saling mengkritik yang sifatnya membangun. Saya paling suka dikritik yang sifatnya membangun,” kata Erry.
Erry berjanji menjalankan program kerja partai yang pro rakyat, memperkuat posisi Golkar di legislatif, serta memastikan partai tetap relevan di mata pemilih muda.
Meski dukungan kader cukup solid, jalan konsolidasi tidaklah mudah. Ada beberapa tantangan yang menanti antara lain peta politik lokal semakin dinamis dengan munculnya partai-partai baru, dominasi pemilih muda yang cenderung kritis terhadap partai lama, tuntutan masyarakat agar partai lebih proaktif menyuarakan isu publik, bukan hanya politik kekuasaan dan persaingan internal yang berpotensi muncul saat penentuan posisi strategis dalam kepengurusan.
Jika konsolidasi benar-benar berjalan sesuai target, Partai Golkar Kota Semarang diyakini akan lebih solid menghadapi Pemilu 2029.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pemilih muda di Kota Semarang mencapai lebih dari 400 ribu jiwa. Jika basis ini berhasil digarap melalui kaderisasi yang kuat, Golkar punya peluang besar memperkuat kursi legislatif di tingkat kota maupun provinsi.
Konsolidasi hingga ke kelurahan diperkirakan juga akan memperkuat jaringan saksi partai, memperluas rekrutmen kader, serta meningkatkan militansi.
Politik berbasis akar rumput selama ini menjadi strategi efektif untuk menjaga loyalitas pemilih. Dengan basis yang solid, mesin partai bisa lebih terukur dalam mengawal isu-isu rakyat.
Musyawarah Daerah XI Golkar Kota Semarang berlangsung lancar dan penuh nuansa kekeluargaan. Para peserta Musda, mulai dari perwakilan kecamatan hingga organisasi sayap, kompak menyuarakan dukungan terhadap Erry Sadewo.
Tidak ada perpecahan internal berarti, sehingga keputusan aklamasi dapat diterima semua pihak. Musda ini sekaligus menandai semangat baru untuk menyongsong periode lima tahun ke depan.
Momentum terpilihnya Erry Sadewo sekaligus arahan tegas Mohammad Saleh soal konsolidasi menjadi sinyal kuat. Partai Golkar di Kota Semarang tidak hanya dituntut menjaga tradisi, tapi juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Kaderisasi menjadi kunci dalam menjaga relevansi. Dengan dominasi pemilih muda, partai perlu menyesuaikan strategi komunikasi politiknya agar tidak tertinggal.

Leave a Reply