Tantangan Politik Makin Berat, Musda Golkar Pati Jadi Penentu Konsolidasi Menuju 2029

Ketua Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, ST, M.En, didampingi Pengurus dan senior, meresmikan pelaksanaan Musda Partai Golkar XI Kabupaten Pati, dengan memukul gong.
Ketua Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, ST, M.En, didampingi Pengurus dan senior, meresmikan pelaksanaan Musda Partai Golkar XI Kabupaten Pati, dengan memukul gong. (EAR)

Tantangan Politik di Depan Mata

JOSS.CO.ID, PATI – Tantangan politik yang dihadapi partai-partai di Indonesia, khususnya menjelang Pemilu 2029, diperkirakan akan semakin berat. Hal ini juga disadari oleh Partai Golkar, yang baru saja menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI di Kabupaten Pati pada Senin, 18 Agustus 2025, bertempat di sebuah hotel di Pati.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Pati di Hotel New Merdeka pada Senin (18/8/2025). 

Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Saleh, ST, M.En, Ketua Partai Golkar Jawa Tengah sekaligus Wakil Ketua DPRD Jateng, menegaskan pentingnya menjaga konsolidasi dan soliditas internal partai. Menurutnya, pemilihan ketua dalam Musda sebaiknya dapat ditempuh dengan jalan aklamasi.

“Tantangan politik ke depan semakin berat, oleh karena itu untuk menyikapi hal tersebut, ada peluang yang terbuka, yakni saat pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) XI Partai Golkar diupayakan pemilihan pengurus, khususnya Ketua, dapat dicapai secara aklamasi, sehingga tidak ada kerikil yang bisa jadi penghambat ke depannya,” ujar Saleh.

Saleh menilai, jika pemilihan dilakukan lewat voting, akan ada pihak yang kalah dan menang. Kondisi ini berpotensi menimbulkan luka politik yang sulit sembuh dalam waktu singkat.

“Saat tidak terjadi aklamasi dan terjadi voting, dalam pemilihan Ketua, maka sisa perbedaan pilihan akan sulit hilang dalam jangka waktu yang panjang. Bahkan bisa terus berlangsung hingga Musda yang akan datang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kondisi ini bisa merugikan konsolidasi organisasi, bahkan berdampak pada pencapaian Partai Golkar di Pileg 2029.

Pentingnya Aklamasi untuk Konsolidasi

Menurut Saleh, jika pemilihan ketua berlangsung aklamasi, hal ini akan memperkuat perjalanan konsolidasi partai di semua lini. Mulai dari pengurus kabupaten, kecamatan, hingga desa akan lebih mudah menjalankan program kerja secara kompak.

“Dengan hasil aklamasi, insya Allah akan sangat positif dalam perjalanan konsolidasi ke depannya, dalam pembentukan Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Pati, Pimpinan Kecamatan, Pimpinan Desa, dalam melaksanakan program kerja, dll. Hal yang positif ini harus selalu dipahami dan dibangun oleh keluarga besar Partai Golkar,” ujarnya.

Musda Digelar Meriah, Dihadiri Ratusan Kader

FOTO BERSAMA ; Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Pati di Hotel New Merdeka pada Senin (18/8/2025). 
FOTO BERSAMA ; Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Pati di Hotel New Merdeka pada Senin (18/8/2025).

Musda XI Golkar Kabupaten Pati digelar secara besar-besaran dan meriah. Tidak hanya dihadiri pengurus kabupaten, tetapi juga pengurus kecamatan, pimpinan desa, hingga organisasi pendiri dan sayap partai seperti MKGR, SOKSI, Kosgoro 1957, AMPG, KPPG, AMPI, Al Hidayah, Satkar Ulama, MDI, hingga HWK.

“Kami contohkan, dari Pengurus Partai Golkar Jateng, yang hadir 27 personil, ini tentu membuat semarak dan membanggakan yang punya ‘gawe’ dan yang terpilih sebagai Ketua, sehingga ada semangat tuk berjuang ke depannya,” kata Saleh.

Acara tersebut juga dihadiri Kesbangpol Kabupaten Pati, Rinda Ardhiani, S.Sos, MM, serta sesepuh dan senior Partai Golkar setempat.

Komunikasi Politik Jadi Kunci

Saleh mengingatkan pentingnya komunikasi politik yang baik antara pengurus partai dengan pemerintah daerah maupun partai politik lainnya.

“Ketua dan Pengurus lainnya, hendaknya perlu dan bisa membangun komunikasi yang baik, sehingga dapat diterima warga masyarakat dan Insya Allah Program Kerja Partai Golkar, yang dengan slogannya Suara Rakyat Suara Golkar, bisa berhasil, karena memperoleh dukungan masyarakat dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Sebelum menghadiri Musda, rombongan pengurus Golkar Jateng juga bersilaturahmi ke KH. Imam Al Mukromim, M.Ag, di Ponpes Al Akrom, Desa Banyuurip, Kecamatan Margoyoso, Pati. Silaturahmi ini dinilai penting untuk meraih dukungan moral dan doa dari tokoh agama maupun masyarakat.

Hj. Endah Terpilih Kembali

Pada akhir Musda, Hj. Endah Sri Wahyuningih, SKM, yang merupakan petahana, kembali terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pati untuk periode 2025–2030. Ia bersama formatur terpilih akan segera menyusun kepengurusan baru untuk lima tahun ke depan.

Musda XI Partai Golkar Pati menjadi momentum penting dalam menghadapi tantangan politik yang kian berat menuju Pemilu 2029. Aklamasi dinilai menjadi jalan terbaik untuk menjaga soliditas partai, menghindari luka politik, serta memperkuat konsolidasi dari pusat hingga desa.

Dengan terpilihnya Hj. Endah Sri Wahyuningih sebagai ketua kembali, diharapkan Golkar Pati mampu melangkah lebih solid, sejalan dengan slogan “Suara Rakyat Suara Golkar.” (EAR)

Baca Juga: Musda Golkar Pati Berlangsung Happy, Mohammad Saleh: Endah Siap Bawa Energi Baru untuk Golkar

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*